Hanya 60 Unit, Pemkab Sampang Diminta Tambah Alat Rapid Tes

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Ketersediaan alat pendeteksi dini atau rapid tes wabah Covid-19 di Kabupaten Sampang, dinilai masih perlu ditambah. Sebab ketersediaan alat pendeteksi infeksi Covid-19 itu, dinilai sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran wabah, serta dalam pengambilan tindakan medis sejak dini bagi masyarakat yang terinfeksi.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Sampang Amin Arif Tirtana. Kata dia, ketersedian alat rapid tes Covid-19 itu, masih menjadi catatan besar legislatif. Sebab minimnya ketersediaan alat pendeteksi wabah yang dialami oleh tim Satgas Covid-19 Sampang dan tim medis di berbagai puskesmas bisa berdampak pada kurang optimalnya upaya pendeteksian dini.

Bacaan Lainnya

Politisi PPP itu melanjutkan, pihaknya terus mendorong pemkab untuk melakukan upaya penambahan thermal tes dan rapid tes dengan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat maupun provinsi, bahkan jika dipandang perlu bisa menambah keberadaan tes lab PCR di daerah.

“Ketersedian alat rapid tes ini sangatlah penting, terlebih beberapa hari terakhir ini lonjakan pemudik yang datang ke wilayah Sampang terus meningkat, jadi kalau alatnya tidak ditambah tim satgas bisa kesulitan melakukan pendeteksian dini dan kewalahan menangani Covid-19,” ungkap Amin Arif Tirtana, Kamis (9/4/2020).

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Klaster Bidang Kesehatan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang Asrul Sani mengatakan, hingga kini ketersediaan alat rapid tes jumlahnya sangat terbatas. Pihaknya menyebut, untuk rapid tes yang sudah disiapkan baru sekitar 60 unit dan hanya ditempatkan di RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang. Sedangkan di posko-posko penanganan Covid-19 di berbagai kecamatan belum tersedia alat rapid tes, karena ketersedian alat tersebut sangat terbatas.

Lanjut dia, pengadaan puluhan alat rapid tes tersebut, tidak bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Sampang, melainkan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Rapid tes ini hanya diprioritaskan untuk ODP dan PDP saja, karena jumlah terbatas,” terang Asrul Sani. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *