oleh

Hanya Ada 76 Kampung KB di Sumenep

KABARMADURA.ID, Sumenep – Ketersediaan kampung keluarga berencana (KB) cukup minim. Sesuai data dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sumenep, hanya ada 76 kampung KB.

Secara nasional kampung KB merupakan salah satu inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan prioritas pembangunan, seperti program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK), kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan lainnya.

“Sumenep bisa membentuk apabila otoritas dari pemangku kebijakan. Yang dibentuk dari pusat itu sekitar 76 kampung KB yang terbentuk, itu sudah terbentuk dari pusat, kabupaten tidak bisa berwenang,” ujara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP3AKB Kabupaten Sumenep, Kadarisman, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, penggarapan program pembangunan lintas sektor di kampung KB diharapkan bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat, dengan fasilitasi dari aparatur desa, penyuluh KB, tim penggerak PKK, institusi masyarakat pedesaan (IMP), tokoh masyarakat, kader, serta lintas sektor terkait.

“Kalau efektivitasnya kami memang membuat sosialisasi dan advokasi baik di luar maupun dalam Kampung KB sendiri, tapi untuk penambahannya tidak bisa, jadi cuma segitu saja,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Siti Hosna mengatakan untuk 76 kampung KB yang terbentuk memang tidak sebanding dengan jumlah desa. Yakni sebanyak 330 desa di kabupaten paling timur Pulau Madura.

“Pendampingan, mulai anak, perempuan juga harus menjadi atensi, termasuk program kampung KB, jangan sampai kekerasan dan kasus anak semakin bertambah,” paparnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed