Hanya Dua Karang Taruna Desa yang Terdaftar di Dinsos Sumenep      

  • Whatsapp
(FOTO: NURRAHMAT for KM) ANTUSIAS: Sejumlah anggota Karang Taruna Sumenep sedang melakukan aksi penanaman bibit pohon untuk penghijauan di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Keberadaan karang taruna (katar) di Sumenep rata-rata tidak terdeteksi secara formal kelembagaan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur. Padahal, keberadaan katar sebagai organisasi sosial sebagaimana tertuang dalam  Peraturan Kementerian Sosial (Permensos) Nomor 25 Tahun 2019 untuk menjawab persoalan di lingkungan tingkat desa.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh Iksan mengungkapkan, bahwa dirinya sudah mulai membentuk karta di tingkat kabupaten untuk menjadi rumah bersama karta di tingkat desa. Selain itu, untuk mempermudah koordinasi antarkatar

Bacaan Lainnya

“Makanya pengurus karta kabupaten sudah di-SK-kan dan dilantik tahun ini. Harapannya agar bisa berfungsi sesuai tupoksinya,” kata Iksan.

Sementara itu, Ketua Karta Sumenep Nurrahmat menuturkan, secara umum mayoritas karta di Sumenep membutuhkan pendampingan, sebab rata-rata tidak ada kegiatan yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah.

“Selama ini karta vakum, sehingga dengan itu kami membentuk di tingkat kabupaten tahun 2021 ini. Pada Juni kemarin kami dilantik,” jelas pria yang tinggal di Desa Karangduak Kecamatan Sumenep itu.

Menurutnya, meskipun saat ini beberapa desa sudah terbentuk katar, namun secara administrasi belum dilaporkan ke Dinsos selaku penanggung jawab. Sebab itulah, keberadaannya tidak terdeteksi.

Ia menyebutkan, hanya dua katar yang terdaftar di Dinsos, yaitu Desa Sapeken dan Desa Karangduwak. Tahun ini, pihaknya berencana akan memverifikasi dan membenahi seluruh katar di tingkat desa.

“Padahal katar di desa oleh Pemprov diminta segera disetor data-datanya. Sebab banyak yang sudah terbentuk namun secara legalitas di Dinsos belum terdeteksi,” papar Nurrahmat.

Reporter: Moh. Razi

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *