oleh

Hanya Dua KPM PKH Graduasi Mandiri

Kabarmadura.id/SAMPANG-Ketergantungan masyarakat Sampang terhadap bantuan program keluarga harapan (PKH) terbilang cukup tinggi. Sejak digalakkan pada tahun 2007 silam, program yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan dan mendongkrak perekonomian melalui kegiatan usaha mandiri itu, belum berhasil membuat penerimanya terentas.

Sebab, hingga kini baru dua keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhenti sendiri atau graduasi mandiri.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Moh Amiruddin yang dikonfirmasi melalui Kabid Bantuan dan Perlindungan Sosial Syamsul Hidayat mengatakan, semua KPM PKH terus didorong untuk mendirikan usaha mandiri, agar bisa terlepas dari ketergantunagan. Namun yang  mengajukan surat pengunduran dari sebagai KPM hanya segelintir.

“Sampai saat ini KPM PKH yang sudah graduasi mandiri masih dua orang, yaitu satu orang di Desa Jelgung, Robatal dan satu orang di Jalan Garuda Kecamatan Sampang, karena sudah mendirikan usaha sendiri,” ucap Syamsul Hidayat saat dikonformasi Kabar Madura, Minggu (10/3).

Setiap pendamping PKH di semua wilayah, kata Syamsul,  dituntut bisa mendorong para KPM untuk mendirikan usaha mandiri dan mengedukasi para KPM, jika KPM sudah mampu, maka diminta untuk segera mengundurkan diri sebagai penerima manfaat bantuan.

Bantuan tersebut, kemudian dapat dialihkan kepada warga miskin yang lebih berhak. Mengingat, di Sampang belum semua warga miskin dapat tercover bantuan PKH itu.

“Para pendamping PKH ini tidak hanya melakukan pendampingan pada saat proses pencairan. Akan tetapi, para pendamping harus bisa menyadarkan dan mendorong KPM untuk mendirikan usaha, sehingga bisa graduasi mandiri,”bebernya.

Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten (Korkab) Sampang Nanang Muldiyanto membenarkan, para KPM PKH yang sudah mengalami peningkatan ekonomi melalui kegiatan usaha mandiri sangat minim. Untuk itu, dia berjanji, akan memaksimalkan pendampingan

“Kami sudah mengedukasi para KPM untuk menabung supaya ketergantungan terhadap bantuan ini, bisa diminimalisir, dan merintis usaha untuk memenuhi kebutuhan,”ungkapnya.

Para KPM PKH yang sudah digraduasi secara alamiah, karena sudah tidak memenuhi kriteria dan memiliki komponen, semisal anaknya sudah lulus SMA dan seabagainya sudah banyak. Meliputi noneligible sebanyak 4.233 orang, yang mampu berjumlah 179, meninggal sekitar 74 orang. Sedangkan total KPM PKH di Sampang sebanyak 73.434 orang.

“Kalau KPM yang berhasil graduasi mandiri masih sangat minim, hanya segelintir sedangkan yang digraduasi  secara alamiah relatif sudah banyak,”pungkasnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed