Hanya Dua Kursi, Gerindra Sumenep Enggan Berkoalisi dengan Petahana

News, Headline, Pilkada115 views

KABAR MADURA |Partai Gerindra Sumenep pada Pileg 2024 hanya mampu mendulang dua kursi. Jauh dibandingkan pileg 2019, partai besutan Prabowo Subianto itu mampu meraih kursi 6 kursi di parlemen Sumenep.

Tentu, perolehan kursi sangat berpengaruh terhadap tawar menawar pada pilkada. Dengan dua kursi yang diraih, untuk Pilkada Sumenep 2024, Partai Gerindra sangat kecil kemungkinannya berkoalisi dengan petahana atau PDI Perjuangan.

Pengurus harian DPC Partai Gerindra Sumenep Mashub menyampaikan, pada Pilkada Sumenep 2024, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik (parpol), salah satunya Partai Demokrat dan juga dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep. 

“Kami sudah melakukan komunikasi, karena partai kami harus berkoalisi, kami hanya dua kursi,” kata dia. 

Baca Juga:  Cabdindik Jatim di Sumenep Akan Bentuk Satgas Khusus Kasus Anak

Dia meyakini, untuk kembali mengulang sejarah koalisi seperti pada Pilkada 2020 lalu, yakni bersatu dengan partainya petahana, sudah tidak memungkinkan. Kondisi itu berdasarkan sinyal dari ketua Partai Gerindra Sumenep.

Sebab, yang memahami kultur politik di daerah sebenarnya adalah pengurus di tingkat kabupaten, tetapi yang menentukan koalisi atau yang mempunyai otoritas adalah dewan pengurus pusat (DPP). 

“Kalau kami di daerah berat untuk kembali mengulang koalisi, sebab setelah terpilih dulu, petahana itu seperti tidak ada apa-apa, padahal partai kami kan punya 6 kursi waktu itu,” imbuhnya. 

Dia melanjutkan, sebenarnya meski sempat menang pada pilkada 2020 lalu, memang tidak menuntut apa pun, sehingga tidak ada persoalan selama 4 tahun terakhir meski partainya diabaikan. 

Baca Juga:  Dispendukcapil Sampang Galakkan Inovasi Rela Berkorban

“Lagian bukan tipe kami jika harus datang meminta-minta misalnya. Seingat ketua DPC Partai Gerindra, tidak pernah Pak Fauzi selaku bupati sowan ke kami, dan sampai saat ini kami tidak melakukan komunikasi PDI Perjuangan Sumenep,” paparnya. 

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPC  PDI Perjuangan Sumenep Zainal Arifin menyampaikan bahwa untuk persoalan koalisi sejauh ini masih belum berani disampaikan. Sebab tahapan penyetoran nama-nama hasil penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. 

“Baru tahapan, menunggu rekomendasi, persoalan koalisi, masing-masing partai mempunyai caranya sendiri,” ujarnya. 

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *