Hanya Kreatif Menumpuk Sampah

Indepth, Headline0 Dilihat

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Minimnya kreativitas pengelolaan sampah cukup berdampak terhadap lingkungan. Faktanya, setiap hari tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Torbang Kecamatan Batuan meningkat. Kondisi itu terjadi, lantaran Kabupaten Sumenep hanya memiliki satu TPA.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Zainal Arifin mengatakan, tumpukan sampah terjadi lantaran beberapa faktor. Selain hanya satu TPA, minimnya petugas dan kontainer pengangkut sampah juga menjadi kendala.

“Tidak terpenuhinya petugas dan kontainer ini lantaran ketersediaan anggaran terbatas. Apalagi membangun TPA baru, tentu cukup sulit,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Menurutnya, alternatif sementara yang bisa diterapkan berupa pengadaan alat pengelolaan sampah. Yakni, proses daur ulang (PDU). Sehingga sampah yang akan dimasukkan ke TPA terlebih dahulu melalui proses pemilahan. Langkah itu, mampu meminimalisir tumpukan sampah di TPA.

“Sesuai rencana, sumber daya manusia (SDM) 10 orang yang nantinya melalui pihak ketiga. Kalau anggaran pengadaan PDU sekitar Rp700 juta. Saat ini masih tahap perencanaan,” ucapnya.

Sedangkan untuk pembangunan TPA baru harus menyediakan minimal anggaran Rp3 miliar. Besaran anggaran itu tidak mudah diperoleh. Apalagi, kondisi keuangan pemkab sangat terbatas. Sehingga untuk sementara bisa mengalihkan ke program yang lebih menim menelan dana namun mampu mengatasi persoalan sampah.

“Kalau tempat serta pembangunan PDU nya sudah ada, saat ini tinggal sarana dan prasarananya (sarpras),” tuturnya.

Baca Juga :  Aparatur Desa di Pamekasan Puasa Gaji Tiga Bulan

Semnatara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Arif Susanto mengaku, banyaknya sampah di TPA Sumenep merupakan persoalan besar. Sampah yang terangkut ke TPA rata-rata 22 ton hingga 32 ton per hari. Sejatinya, instansinya memiliki lahan seluas 9 hektar. Akan tetapi sudah tergunakan ke beberapa bangunan termasuk TPA.

“Bangunan kantor, jembatan timbang dan parkir. Saat ini, masih tersisa 6,5 hektar. Rencana ke depan, pengajuan perluasan itu hanya akan digunakan untuk membangun TPA sampah yang baru dengan luas 1 hektar. Saat ini kami fokus pada penambahan alat,” paparnya.

Banyak Menimbun Wacana

KM?GRAFIK

Menumpuknya sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Torbang Kecamatan Batuan, perlu dievaluasi. Paling tidak ada kreativitas agar tumpukan sampah bisa teratasi. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, Rabu (3/1/2023).

Menurutnya, tumpukan sampah di TPA cukup berdampak terhadap lingkungan. Sehingga perlu adanya solusi efektif untuk mengatasi tumpukan sampah. Misal, pembangunan TPA baru sebagai alternatif sementara untuk menampung sampah.

“Karena kalau hanya fokus pada satu TPA jelas tidak akan muat. Bisa jadi nanti akan terjadi overload,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Selain perlu adanya TPA baru, juga dibutuhkan kreasi dan inovasi pengelolaan. Tujuannya, agar adanya tumpukan sampah bisa bermanfaat atau mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  KP3 Mendeteksi Pupuk Selundupan Bukan berasal dari Sumenep

“Sampah tersebut yang semula menjijikkan, jika dikelola nantinya bisa bernilai ekonomis,” tuturnya.

Hanya saja, untuk pengelolaan sampah dibutuhkan alat khusus. Sehingga perlu adanya anggaran untuk pengadaan alat pengelolaan sampah. Apalagi, eksekutif memiliki program khusus penanganan sampah yang direalisasikan setiap tahun.

“Permasalahan pengelolaan sampah ini harus diprioritaskan. Karena aktivitas sehari-hari masyarakat cukup menghasilkan sampah per hari,” tuturnya.

Sedangkan kondisi pengelolaan sampah oleh individu, rumah tangga, masyarakat, pemerintah dan swasta belum optimal. Akibatnya, sampah bertumpuk di satu lokasi. Yakni, di TPA Desa Torbang Kecamatan Batuan.

“Ini harus bisa segera teratasi. Pengolahan sampah tidak perlu dana besar atau ratusan juta, namun perlu keseriusan saja, perlu aksi nyata bukan hanya berwacana. Saat ini tidak ada bukti,” tegasnya.

Pemerhati Lingkungan: Optimalkan Penanganan 4R

KM/GRAFIK

SUMENEP-Puluhan ton sampah di TPA Desa Torbang Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep kian bertumpuk. Minimal perlu adanya penanganan reduce, reuse, recycle dan replace (4R).  Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Lingkungan Abdul Ghaffar, Rabu (1/3/2023).

Menurutnya, langkah itu mampu meminimalisir tumpukan sampah di TPA. Apabila membangun TPA baru membutuhkan proses yang cukup panjang. Sedangkan per hari seluruh masyarakat di daerah yang identik dengan slogan Kota Keris menghasilkan sampah.

“Ini tugas kita bersama termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep perlu adanya keseriusan,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga :  Ketika Banser Terpilih Jadi Ketum PSSI, Erick Thohir Singgung Prestasi Timnas

Pihaknya menuturkan, prinsip reduce yakni mampu mengurangi sampah plastik dengan membawa kantong belanja sendiri serta lainnya. Reuse mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna, bahkan bisa dijual.

“Seperti botol plastik bekas minuman bisa dibuat menjadi tempat pensil, pot tanaman dan lainnya. Ini perlu kreativitas dan peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam memfasilitasinya,” tuturnya.

Selanjutnya, recycle dikategorikan menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik berupa daun kering, sisa-sisa makanan dan limbah rumah tangga yang berupa zat organik. Sampah tersebut bisa diubah menjadi pupuk kompos dan lainnya.

“Untuk replace mengganti barang yang digunakan dengan barang lain yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, mengganti kantong plastik dengan tas dari kain yang dapat digunakan kembali. Ini yang perlu dipikirkan kita bersama utamanya Pemkab Sumenep,” ucapnya.

Pria yang menjabat Direktur Eksekutif Biro Pengabdian Masyarakat (BPM) di Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah itu menambahkan, persoalan sampah sangat sulit. Tetapi, memang perlu kerja bersama agar persoalan sampah tidak menjadi masalah bagi masyarakat.

“Solusi kami kedepan tidak menggunakan barang yang sekali pakai, baik itu alat makan, alat minum dan lainnya, ini upaya kecil agar sampah tidak menumpuk,” tegasnya.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *