Hanya Satu Poktan Kembangkan Manfaat Kelor

  • Whatsapp
POTENSI LOKAL: Salah seorang warga memetik daun kelor untuk dijual

SUMENEP-Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Sumenep mengakui hanya ada satu kelompok tani (Poktan) yang mengembangkan hasil penelitian manfaat daun kelor. Padahal, penelitian itu sudah berhasil ditemukan pada tahun lalu.

Pada hasil penelitian daun kelor tersebut, ditemukan banyak kandungan manfaat yang tersimpan, salah satunya adalah meningkatkan pertahanan alami tubuh.

Kepala DPTPHP Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Moh Ali Ridlo menjelaskan, untuk peningkatan pengembangan hasil penelitian yang dipasrhkan ke instansinya, yaitu pengembangan manfaat daun kelor, pihaknya mengungkap hanya ada satu poktan yang bersedia pengembangkan.

“Kalau untuk pengembangan manfaat kelor itu belum merata di Sumenep, walau domain petani di Sumenep itu sangat banyak. Poktan pun sangat banyak di Sumenep,” katanya kemarin (16/7).

Sementara poktan yang di maksud adalah Poktan Bina Bhakti yang berada di Kecamatan Bluto. Poktan tersebut telah mengembangkan daun kelor dengan berbagai macam jenis atau bentuk kemasan yang bervariasi serta mempunya khasiat yang juga beragam.

Ali juga menyampaikan, secara khusus di Sumenep tidak ada kebun kelor. Padahal poktan yang mengelola pengembangan daun kelor membutuhkan banyak stok daun kelor. Karena pemasaran produk daun kelor dari Poktan Bina Bhakti sudah sampai ke mancanegara.

“Ada yang berbentuk kapsul, juga ada yang berbentuk serbuk, dikemas semenarik mungkin. Pemasarannya secara online sehingga produk tersebut sampai di Jakarta bahkan luar negeri,” imbuhnya.

Padahal pihaknya telah melakukan upaya untuk meningkatkan pengembangan produksi daun kelor, yaitu dengan memberikan sosialisasi ke setiap poktan yang ada di Sumenep. Namun sampai saat ini hanya terdapat satu poktan yang berhasil mengembangkannya.

“Kalau di sini daun kelor hanya dibuat makanan sapi saja, yang kadang ada yang jual, itu pun untuk dimakan dengan nasi,” ungkap Suhriya salah seorang warga Sumenep. (km48/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *