Hanya Satu Sekolah di Bangkalan Lolos Program Adiwiyata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) Anang Yulianto Kepala DLH Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Tidak semua sekolah lolos dalam pengajuan program Adiwiyata tahun 2021. Dari tiga sekolah yang diajukan, hanya satu sekolah yang lolos. Padahal, pengajuan tiga sekolah merupakan hasil verifikasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan. Selanjutnya, diajukan ke DLH Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Saat ini, satu sekolah yang lolos sudah masuk tahap uji verifikasi di tingkat Jatim. Apalagi, untuk pengajuan di tingkat daerah sangat terbatas. Dari jumlah keseluruhan sekolah di daerah yang identik dengan slogan kota salak, hanya tiga sekolah yang mampu mengikuti program tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala DLH Bangkalan Anang Yulianto, Rabu (8/92021).

Menurutnya, pengajuan sekolah tahun ini memang cukup sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai delapan sekolah. Sedangkan tiga sekolah yang dimaksud, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan, Madrasah Tsanawiyah (MTsN) Bangkalan dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 7 Bangkalan.

“Tapi hanya SMP 7 yang berhasil lolos  ke tingkat Provinsi Jatim. Padahal, kami menginginkan tiga sekolah ini lolos,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, sekolah yang sudah lolos verifikasi di tingkat DLH Provinsi Jatim nantinya akan kembali dinilai untuk masuk ke tingkat nasional. Seperti, SMPN 1 Kamal tahun ini akan dievaluasi dan bersiap masuk penilaian nasional. “Kalau tahun ini masuk provinsi, tahun depan akan dievaluasi,” jelasnya.

Dia berharap, sekolah yang belum diberikan kesempatan lolos agar segera melakukan evaluasi, baik dari sarana prasarana (sarpras), kurikulum, dan juga kemampuan ekstra pendukung. Sehingga, tahun depan mampu mengikuti program Adiwiyata. “Evaluasi dulu, nanti tahun depan kami ajukan lagi,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu guru di MAN Bangkalan Nur Hayati Ningsih menyampaikan, pada dasarnya sekolahnya sudah siap dan semua sarpras sudah sesuai dengan persyaratan. Namun belum juga lolos verifikasi. Diakui, baru pertama kali mengikuti program Adiwiyata.

“Kami tidak tahu alasan kenapa kami tidak lolos, padahal semua sudah sesuai. Kami harap, nanti kekurangan kami disampaikan, agar bisa kami perbaiki,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *