oleh

Hanya Sebagian Desa Miliki PPID

Kabarmadura.id-Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentatasi (PPID) di tingkat pemerintah desa belum sepenuhnya terbentuk. Padahal, keberadaan PPID sangat penting karena memudahkan masyarakat yang memohon informasi.

“PPID itu sangat penting. Sebab dengan adanya PPID, pada setiap informasi yang dibutuhkan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” kata Ketua Komisi Informasi (KI) Sumenep R Aj Hawiyah Karim.

Hanya saja, pejabat PPID di tingkat desa harus bisa memilah masyarakat yang serius dan main-main membutuhkan informasi.

Karena ada pula pihak yang meminta informasi untuk hal-hal yang nantinya menjadi bahan permainan. Oleh karenanya, memberi informasi tidak bisa serta merta dilakukan.

“PPID harus bisa menyaring kepada orang yang hanya berniat iseng. PPID harus jelas, di mana masyarakat yang betul-betul meminta informsi dan di mana harus juga menolak permintaan informasi yang kesannya hanya bermain-main,” terangnya.

Pasalnya, masyarakat yang menginginkan informasi, misalnya seputar dana desa (DD), ada cara yang harus dilakukan. Jika caranya dinilai sudah tidak benar, maka permintaan informasi itu bisa tidak dikabulkan.

“Meminta informasi itu juga ada caranya. Kalau permintaan informasi itu sudah tidak melalui caranya, maka itu indikaisnya tidak serius atau hanya main-main. Misalnya, sekedar silaturrahim, kemudian minta informasi, itu bis ditolak,” tutur Wiwik, sapaan akrabnya.

Wiwik menyebut, pembentukan PPID di tingkat desa belum menyeluruh. Meski struktur PPID sudah ada yang terbentuk namun ia tidak mengetahui apakah aktif atau tidak.

“Yang sudah terbentuk itu, seperti sejumlah desa di Kecamatan Ganding dan Ambunten. Kalau pejabat PPID nya, itu dijabat oleh sekretaris desa melalui SK kepada desanya,” lanjutnya.

“Untuk desa di wilayah daratan kami sudah melakukan sosialisasi. Tapi bukan kami yang aktif, melainkan desa. Ada yang melalui AKD nya, ada yang mengundang kami. Kami juga melakukan penyuluhan terbatas tentang pentingnya PPID di tingkat desa,” imbuhnya. (ong/rei)

Komentar

News Feed