Hanya Sebatas Menggelar Pelatihan Keterampilan Tanpa Kejelasan Target 

  • Bagikan
(FOTO: KM: MOH RAZIN) ADMINISTRASI: Salah satu warga sedang mengurus persyaratan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pengangguran di Kabupaten Sumenep, masih tinggi. Kondisi itu, diketahui dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS). Kabupaten paling timur, masuk nomor dua dari belakang, mengenai angka pengangguran se-Jawa Timur (Jatim).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep, M Syahrial mengaku, tidak ada fasilitas khusus untuk memberikan solusi terhadap persoalan pengangguran. Sebab, sekalipun ada,  hanya pelatihan kemampuan atau keterampilan dengan kapasitas terbatas.

“Tentu, selama ini yang kami tangani adalah mulai dari lulusan perguruan tinggi dan siswa, termasuk masyarakat umum yang mendaftar ke kami,” dalihnya, Minggu (01/02/2021).

Menurutnya, program mencetak pengusaha hanya memberikan tugas untuk menggelar beberapa pelatihan. Di antaranya, menjahit, rias pengantin, tata boga, pecah batu dan beberapa pelatihan lainnya.

Namun, secara spesifik jumlah yang direkomendasi tidak ada target. Utamanya, berapa jumlah yang harus dicapai. Hanya saja, pelatihan yang dianggarkan sebesar Rp1,2 miliar dilengkapi dengan bantuan peralatannya.

“Ada sekitar 150 orang yang tercatat. Kalau target tidak ada, kami hanya melakukan pelatihan keterampilan dan memberikan bantuan terhadap pemohon. Kami tidak hanya menciptakan bursa kerja,” jelas pria yang akrab disapa Syahrial.

Sebelumnya, Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan, kabupaten berjuluk Kota Keris ini masuk peringkat kedua kabupaten termiskin se Jatim. “Masih ada tugas untuk memberikan perhatian terutama untuk persoalan pengangguran,” paparnya. (ara/ito)

Baca juga  Calon Bupati Fauzi Beri Apresiasi Khusus untuk Sesi Debat Berbahasa Madura
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan