Hardiknas 2024, Aktivis Nyaring Kritisi Potret Buruk Pendidikan Sampang

Pendidikan63 views

KABAR MADURA | Pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2 Mei, sejumlah aktivis mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam memajukan sektor pendidikan.

Salah satunya aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang mengkritisi dengan menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Bupati Sampang, (2/5/2024). Mereka menuntut agar sektor pendidikan di Sampang dibenahi, termasuk dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Sampang Muis Pranoto mengatakan, sektor pendidikan harus lebih baik. Menurutnya, potret pendidikan kondisi pendidikan di Sampang saat ini sangat miris. Akibatnya, belum mampu mengangkat indek pembangunan manusia (IPM). Oleh sebab itu, pihaknya berharap, ke depan peningkatan pendidikan bisa lebih merata dan dapat dinikmati banyak kalangan, termasuk di wilayah-wilayah terpencil.

“Pendidikan di Sampang butuh perhatian yang lebih serius lagi. Kami berharap diterapkan sistem pendidikan yang beracuan pada budi pekerti,” ujarnya.

Selain itu, dia meminta agar pemerintah terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pemerataan sarana dan prasarana. Sebab itu sebagai salah satu indikator untuk kemajuan pendidikan. Kemudian, pemerintah harus memperbanyak ruang-ruang literasi untuk meningkatkan IPM dan budi pekerti masyarakat.

Baca Juga:  Dewan Pendidikan Sampang Desak Buku PAI Menyimpang Segera Ditarik

Ditemui terpisah, Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang Moh Nuruddin mengungkapkan, Pemkab Sampang mestinya melakukan evaluasi dan membuat terobosan baru agar dapat meningkatkan IPM.

Dia juga menyoroti nasib guru honorer. Menurutnya, kesejahteraan guru honorer harus lebih diperhatikan. Karena, sejauh ini, honor yang mereka terima masih jauh dari kata layak. Bahkan, ada yang selama tiga bulan hanya dihonor Rp600 ribu.

Oleh karenanya, dia menekankan agar dinas terkait tidak mempermudah siapapun dalam pengurusan izin mendirikan lembaga pendidikan yang berdekatan dengan lembaga lain.

“Sebagai catatan sistem pendidikan di Sampang, sampai saat ini ada stagnasi ketika melihat IPM Sampang yang masih rendah. Kami harap pemkab lebih serius lagi,” tegas pria yang akrab disapa Pepeng itu.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sampang Aril Tri Fadilah. Dia mengutarakan, salah satu indikator penentuan IPM adalah pengetahuan, yang tentu saja ini berkaitan dengan dunia pendidikan. Sehingga, Hardiknas ini menjadi momentum untuk refleksi dan evaluasi terhadap bagaimana kondisi pendidikan di Sampang. Apalagi melihat kenaikan angka harapan lama sekolah (HLS) dan juga rata rata lama sekolah hanya di angka 0,17 dan 0,22 persen dari 2020 sampai 2023.

Baca Juga:  Disdik Sampang Cegah dan Tangani Stunting dengan Gelora Cinta Sate Sagu  

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa Pemkab Sampang belum maksimal dalam mengupayakan kesejahteraan pendidikan bagi setiap penduduknya,” tutur Aril.

Lebih lanjut, dia membeberkan, dunia pendidikan merupakan pondasi awal terbentuknya sebuah peradaban. Karena itu, kemajuan pendidikan menjadi langkah penting untuk menuju kabupaten yang makmur dan sejahtera.

“Sejatinya bukan hanya menjadi refleksi dan evaluasi bagi Pemkab Sampang saja, namun juga bagi seluruh elemen masyarakat, agar maksimalnya pertumbuhan kesejahteraan pendidikan di Sampang dapat tercapai,” tukasnya.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *