Harga Beras Naik Akibat Stok Terbatas, Disperindag Pamekasan Janji Realisasikan Operasi Pasar 

News46 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dari 13 kecamatan di Pamekasan, penurunan harga beras medium dan premium hanya terjadi di satu kecamatan. Yakni di Kecamatan Waru. Hal tersebut diungkapkan Staf Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Rifaus Silvano, Selasa (5/12/2023).

Menurutnya, penurunan beras di Kecamatan Waru diketahui berdasar hasil pemantauan dan pendataan di lapangan. Beberapa bulan sebelumnya, harga beras premium Rp11.800 per kg. Saat ini turun menjadi Rp11.500 per kg. Sedangkan harga beras premium dari Rp13.500 per kg saat ini Rp13.000 per kg. 

“Meski penurunannya sedikit, paling tidak ada penurunan. Itu pun hanya terjadi di satu kecamatan, yakni di Kecamatan Waru,” ujarnya kepada Kabar Madura. 

Pihaknya menuturkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga beras. Salah satunya, ketersediaan atau stok beras dari daerah jawa belum stabil.l, sistem distribusi bergantung pada situasi dan kondisi. Apabila faktor tersebut berubah, kemungkinan harga beras akan mengalami penurunan atau bisa sebaliknya. 

Baca Juga:  Temuan Sidak Pangkalan di Pamekasan: Usaha Laundry Gunakan Elpiji Subsidi

“Kalau di Pasar Kolpajung khusus dua jenis beras ini kisaran Rp11.400 per kg hingga Rp13.500 per kg,” tuturnya. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sebagai antisipasi kenaikan beras, instansinya akan mengagendakan operasi pasar. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di setiap pasar wilayah Pamekasan. Saat ini masih mempersiapkan rapat koordinasi mengenai kepastian harga untuk kegiatan operasi pasar. Bahkan khusus saat ini  fokus terhadap kajian harga cabai di sejumlah pasar. 

“Artinya, kami akan berupaya seoptimal mungkin untuk menstabilkan harga beras, karena bahan ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” paparnya. 

Baca Juga:  PAD Pasar Pamekasan Tumbuh di Triwulan I 2026, Retribusi Pelataran Jadi Penyumbang Terbesar

Sementara itu, salah satu penjual beras di Pasar Kolpajung Devi Ainur Karomah mengaku, harga beras di pasar belum mengalami penurunan. Padahal masyarakat sangat berharap agar harga kebutuhan pokok tersebut turun. Secara umum, kenaikan beras cukup berdampak terhadap perekonomian masyarakat. 

“Kalau bagi kami selaku penjual memang tidak begitu terasa, pasti mengambil keuntungan, tapi bagi masyarakat umum kenaikan beras ini cukup berdampak,” responnya. 

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Totok Iswanto

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *