Harga Cabai Tidak Stabil, Disperindag Pamekasan Klaim Terjadi di Setiap Daerah 

News56 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kenaikan harga cabai terjadi di setiap daerah. Bahkan kenaikannya cukup signifikan. Dari harga kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram,  saat ini harga cabai tembus Rp80.000 per kilogram. Hal tersebut diungkapkan Staf Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Rafaus Silviani, Selasa (7/11/2023). 

Dia mengaku, secara umum harga cabai tidak menentu. Kondisi itu terjadi lantaran beberapa faktor. Salah satunya, masa panen yang tidak menentu. Apabila cabai yang dikirim petani ke pasar membludak secara otomatis mempengaruhi terhadap harga. Bahkan sebaliknya, jika pengiriman cabai sedikit secara otomatis akan ada kenaikan harga. 

Baca Juga:  Tiga Pelaku Pemukulan Dokter di Sampang Akhirnya Ditahan

“Sebenarnya tergantung barang di pasar, jika banyak maka harga akan murah, tapi sebaliknya, jika sedikit otomatis harga akan naik,” ujarnya kepada Kabar Madura. 

Menurutnya, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak 10 hari terakhir. Itupun, harganya tidak menetap, terkadang turun dan naik. Secara umum, kenaikan harga cabai ini hampir terjadi di setiap daerah. Selain ketersediaan barang di pasar, kualitas cabai juga mempengaruhi terhadap harga akibat cuaca tidak menentu. 

“Kurang lebih 10 hari yang lalu harga cabai sudah mengalami penurunan,  dari harga Rp80 ribu per kilogram  menjadi Rp70 ribu per kilogram. Kalau kualitas sebenarnya tergantung cuaca, kalau panas tentu kualitas cabai tidak akan bagus,” paparnya. 

Baca Juga:  Maksimalisasi Program IKD di Sumenep Masih Tersandera Kendala 

Pewarta: KM71

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *