oleh

Harga Garam Rakyat Melorot, Pemkab Pamekasan Salahkan Kebijakan Impor

Kabarmadura.id/Pamekasan-Anjloknya harga garam rakyat beberapa bulan terakhir sangat meresahkan petani di Pamekasan, yang salah satunya disebabkan kebijakan impor garam yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, sangat disayangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pamekasan Totok Hartonon mengatakan, kabar melorotnya harga garam di kisaran Rp250 hingga Rp300 itu sangat disayangkan. Menurutnya, jika pemerintah bisa menekan kebijakan impor garam, harga garam rakyat tidak akan anjlok.

“Pertama pasar itu tergantung dari supply dan demand dan kita tahu bahwa stok garam lokal ternyata tidak terserap, karena impor garam yang diizinkan oleh kementerian terkait,” paparnya, kemarin (6/11)

Meskipun demikian, Pemkab Pamekasan sudah berupaya untuk kemudian mencarikan solusi atas rendahnya harga garam petani. Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Garam Persero serta komisi garam, agar supaya bisa diteruskan kepada pemerintah pusat terkait solusi yang yang ditawarkan oleh Pemkab Pamekasan.

“Upaya kita kemarin ketika bertemu dengan komisi garam kita memberikan masukan kepada beberapa kementerian agar persoalan petani garam betul-betul mendapat perhatian,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan upaya tersebut, pihaknya akan menghadap langsung kementerian terkait dengan PT Garam  dan anggota DPR yang merupakan perwakilan dari Kabupaten Gerbang Salam, agar supaya persoalan garam bisa segera diselesaikan dengan baik.

Dia juga meminta dukungan dari semua pihak, agar supaya nasib petani garam di Pamekasan bisa segera ada solusi, sehingga petani garam hidupnya lebih sejahtera.

“Oleh karena itu perjuangan ini butuh support dari semuanya agar nanti aspirasi yang kita hasilkan kemarin persoalan dan solusinya bisa diterima oleh pemerintah pusat,” tandasnya. (rul/pin)

 

 

 

Komentar

News Feed