Harga Murah, Petani Sampang Timbun Garam

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) TIDAK TERSERAP: Ratusan ton garam rakyat hasil produksi tahun 2020 kemarin di Kabupaten Sampang masih ditimbun oleh petani akibat harga murah.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Ketersediaan garam rakyat tahun ini lebih dari cukup. Kondisi itu terjadi, akibat harga garam yang tidak pro petani. Sehingga, stok garam rakyat hasil produksi tahun 2020 kemarin masih mencapai 200 ton. Hal tersebut diungkapkan Kepala Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sampang M. Mahfud, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, salah satu kendala tidak optimalnya penyerapan lantaran perusahaan memiliki batasan untuk menyerap garam rakyat. Yakni, perusahaan masih memiliki banyak stok garam rakyat. Sehingga, setiap pabrikan per harinya hanya mengambil garam rakyat satu truk. Selain itu, harga yang belum berpihak terhadap petambak garam.

Bacaan Lainnya

“Harga yang ditawarkan perusahaan untuk membeli garam sangat murah. Padahal, bulan lalu itu kesempatan para petani untuk menjual garamnya. Informasinya, tahun ini akan ada kenaikan. Hanya saja untuk kepastiannya naik berapa belum kami ketahui. Kalau sebelumnya, satu karung ukuran 65 kg harganya hanya Rp21 ribu. Kalau dari pedagang langsung ke Surabaya satu kilonya Rp600,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Sampang Muhammad Yanto menuturkan, akibat harga yang tidak berpihak terhadap petani, banyak garam yang ditimbun. Bahkan, dengan harga garam yang rendah banyak petani yang memilih berhenti sementara. Apalagi, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk mengelola lahan.

“Terlebih harganya belum normal. Banyak petani yang tidak mengelola, akibat cuaca dan kondisi harga yang anjlok. Makanya, untuk stok garam rakyat masih banyak,” responnya.

Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan daerah segera melakukan perubahan regulasi tataniaga garam. Sehingga, kesejahteraan para petani garam terjamin melalui usaha sebagai petambak garam. Sebab, untuk melakukan pengolahan lahan membutuhkan biaya yang cukup banyak.

“Terus terang saja, merosotnya harga garam rakyat ini, karena garam impor. Makanya, saya harap pemerintah daerah membuatkan regulasi untuk petani garam. Apalagi, untuk bertani garam ini butuh biaya jutaan,” tukasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *