Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur di Bangkalan Terancam Gulung Tikar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) HARGA PAKAN NAIK: Peternak ayam petelur butuh perhatian Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kenaikan harga pakan di beberapa daerah juga mengancam peternak telur di Bangkalan gulung tikar. Hingga saat ini, harga pakan jagung untuk ayah di atas Rp10 ribu. Sementara harga telur ayam di pasaran turun menjadi Rp18 ribu per kilonya.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Ahmad Hafid mengatakan, terancamnya para peternak ayam petelur sejak wabah Covid-19. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peternak ayam petelur mulai menurun drastis.

“Diperkirakan lebih dari 20 persen, hal ini disebabkan karena daya atau kemampuan  penggantian yang terhambat,” katanya.

Pria yang karib disapa Hafid itu menuturkan, saat harga pakan tinggi dan nilai jual telur merosot, maka dikhawatirkan populasi ayam petelur akan menurun. Ia berpesan kepada peternak agar  mencari solusi dengan mengurangi biaya pakan dengan cara self mixing atau metode pencampuran pakan yang dilakukan sendiri.

Saat ini, berdasarkan catatannya, jumlah populasi ayam petelur di Bangkalan kisaran 90 sampai 100 ribu ayam. Untuk bahan pakannya, Hafid menerangkan, bahan pakan campuran (jadi, red) kisaran Rp6.600 sampai Rp6.900 per kilogramnya.

“Di samping itu, juga kamu harapkan ada peternak-peternak baru yang bisa membantu mencukupi kebutuhan telur di Bangkalan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Rokib meminta dinas terkait ikut memikirkan solusi nasib peternak ayam petelur tersebut.

“Harus ada kontrol juga dari Disnak mengenai harga pakan ini. Jika kenaikannya tidak wajar, harus diperiksa ke lapangan. Saya juga peternak ayam, harga jagung murni tanpa campuran itu sekarang masih diatas Rp10 ribu per kilonya,” terangnya.

Rokib mengakui, kenaikan harga pakan ayam petelor tidak hanya terjadi di Bangkalan. Hal tersebut juga terjadi di daerah lainnya. Sebab itu, menurutnya, Disnak perlu menekan harga pakan agar peternak terbantu. Ia juga mengimbau, agar jangan sampai kenaikan harga pakan menyebabkan peternak gulung tikar.

“Memang, saya akui harga pakan ini tidak sebanding dengan hasil telur yang dijual. Mungkin akibat PPKM, jadi harga telur terus anjlok karena tidak bisa mengirim ke luar daerah,” pungkasnya.

 

REPORTER: Fain Nadoafatul M

REDAKTUR: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *