Harga Pupuk Bersubsidi Tembus Rp200-300 Ribu Per Sak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) BUTUH SOLUSI: Puluhan petani di Kabupaten Sampang datangi Dispertan setempat pertanyakan ketersedian pupuk subsidi dan harga yang tinggi, kemarin.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Mayoritas petani di kabupaten Sampang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Akibat kondisi itu, para petani harus mengalami gagal panen. Tak ayal, puluhan petani yang tergabung dalam masyarakat petani bersatu (MPB) mendatangi Dinas Pertanian (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Rabu (20/01/2021).

Mereka mempertanyakan sulitnya mendapatkan pupuk, dan harga yang semakin mahal. Sehingga nasib para petani di Sampang kian terpuruk. Bahkan, beberapa waktu terakhir mayoritas petani mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk subsidi. Meski ada, ketersediaannya sedikit dan mahal. “Sedikitnya pupuk ini yang mempengaruhi naiknya harga,” ujar, Perwakilan MPB, Mih. Imron.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagian tanaman jagung milik petani menjadi rusak dan gagal panen, karena tidak mendapatkan pupuk. Meskipun ada kios yang menjual pupuk, harganya tidak seperti biasanya yakni Rp100 ribu. Akan tetapi untuk saat ini, harga pupuk bersubsidi tembus Rp200 – Rp300 ribu per sak

“Fakta di lapangan, ketika petani mau membeli pupuk di kios dibilang tidak ada, anehnya ketika pengecer yang mau membeli selalu ada. Kenapa bisa begini? Disperta harus bertanggung jawab dengan menindak kios-kios nakal ini,” paparnya, saat audensi dengan pejabat Disperta KP Sampang.

Jika dalam waktu dekat, Disperta KP tetap tidak bisa menyelesaikan berbagai persoalaan yang dihadapi para petani, meliputi tidak meratanya distribusi pupuk subsidi, lemahnya pengawasan terhadap kios dan distributor, serta indikasi adanya permainan harga oleh oknum, maka akan bertindak melalui aksi demonstrasi.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan semua persoalan, keluh kesah yang menimpa para petani dibawah, khusus terkait pupuk yang sulit dan mahal. Pihaknya berharap Disperta KP segera menindaklajuti dan hadir ditengah-tengah masyarakat. “Jika dalam waktu dekat tetap tidak ada progres, jangan salahkan kami para petani harus turun jalan melakukan aksi demontrasi dengan jumlah massa yang lebih banyak,” ancamnya.

Mananggapi hal itu, Kepala Disperta KP Kabupaten Sampang Suyono mengatakan, petani yang kesulitan mendapatkan pupuk, bukan karena faktor kesengajaan atau ada upaya penimbunan pupuk subsidi oleh oknum, tetapi murni karena ada kendala tekhnis. Salah satunya, ada pergeseran distributor.

Sehingga harus menyesuaikan dengan RDKK dan para distributor harus mengalokasikan pupuk sesuai dengan SK alokasi per tanggal 7 januari 2021. Distributor sebagai penyalur pupuk melalui kios telah mulai menyediakannya. Jadi, para petani bisa langsung mendatanginya.

“Pupuk subsidi ini terbatas untuk petani yang hanya memiliki lahan 2 hektar, jika lebih dari itu l, petani harus membeli dan petani ini harus masuk dalam RDKK. Prinsipnya kami akan terus melayani petani secara maksimal,” kelitnya. (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *