oleh

Harga Rendah, Produksi Garam Lampaui Target

Kabarmadura.id/Sumenep-Harga garam rakyat hingga saat ini masih rendah. Sejak September 2019 sampai saat ini, nilainya juga semakin merosot. Pada bulan panen raya garam tersebut, harganya berkisar di angka Rp250 hingga Rp300 per kilogram (kg).

Jatuhnya harga garam membuat petambak garam frustasi, karena pendapatannya hanya rata-rata Rp50 ribu per hari. Pada bulan November, sedikit mengalami kenaikan menjadi Rp350 hingga Rp400 rupiah per kilogram.

“Walaupun naik per November, tapi masih kategori rendah,” kata Kabid Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep Sri Haryani, Rabu (6/11).

Namun, dari sisi produksi, garam rakyat tahun 2019 di Sumenep melampaui target. Sebab, mencapai 240 ribu ton lebih per bulan Oktober lalu, dari target produksi 236 ribu ton.

Tingginya produksi garam rakyat tahun ini, disebabkan karena cuaca mendukung, yakni kemarau panjang, sehingga produksi garam bisa maksimal. Garam rakyat tersebut diproduksi petani garam yang tersebar di 11 kecamatan, antara lain Kecamatan Saronggi, Paragaan, Gapura, Giligenting, Kaleanget, Dungkek, Talango, Ra’as Sapeken, Arjasa dan Kecamatan Kangayan.

“Produksi garam rakyat ini masih akan bertambah. Sebab, masih ada daerah produksi garam yang belum tuntas memanen garamnya di lahan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyampaikan, anjloknya harga garam lantaran kelebihan impor garam. Sebab, saat ini masih banyak stok garam yang tertimbun di gudang-gudang.

“Dia berharap dan mendesak pemerintah melakukan tindakan nyata menyelamatkan petani garam yang kian terpuruk,” paparnya.

Harusnya, ada keadilan dari pemerintah. Jangan biarkan impor masuk terus padahal jumlah stok garam masih banyak dari petani di saat panen raya. Hal tersebut dinilai sangat memprihatinkan. (imd/ong/waw)

Komentar

News Feed