oleh

Harga Tembakau Diklaim Naik, Pabrikan Justru Enggan Dipantau Proses Pembeliannya

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Kendati harga tembakau sudah bergerak naik, namun masih terdapat ada pabrikan yang belum kooperatif. Pabrikan dinilai tidak memberikan akses kepada pemantau tembakau yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sementara, pemantau tembakau juga ditugaskan memantau proses pembelian tembakau di pabrikan.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifuddin, pabrikan semacam itu perlu pendekatan langsung dari pemkab agar mereka bersedia mematuhi aturan main yang berlaku demi kesejahteraan para petani tembakau di Pamekasan.

Sikap sejumlah pabrikan itu diketahuinya melalui laporan pemantau tembakau kepada pihaknya saat awal-awal melakukan pemantauan. Namun setelah pihaknya rutin melakukan survei langsung ke sejumlah pabrikan, mereka bersedia mendengarkan dan mengikuti arahannya.

“Memang ada yang tidak kooperatif, tapi kami terus lakukan pendekatan agar sama-sama baik dan sama-sama untung,” ujarnya.

Kondisi itu justru terjadi saat harga tembakau di Pamekasan mulai merangkak naik. Bahkan rata-rata harga tembakau sudah menembus Rp25 hingga Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut menurutnya mulai bergerak membaik dari sebelumnya.

Kenaikan itu diklaim merupakan upaya Disperindag dalam pengendalian pergerakan harga tembakau.

“Kalau dari sebelumnya saat ini sudah mendingan, sudah mulai naik, bahkan ada yang sampai Rp45 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan Kusairi mengatakan, pihaknya terus menerus melakukan penjagaan di setiap kecamatan dan wilayah perbatasan untuk memastikan tidak ada tembakau dari Jawa masuk ke wilayah Pamekasan.

Hal itu pihaknya lakukan agar harga tembakau petani tembakau Pamekasan tidak dirusak oleh keberadaan tembakau Jawa yang cenderung dapat merusak harga pasar tembakau Madura. Tidak hanya itu, pihaknya juga rutin memantau ke sejumlah gudang dan pabrikan.

“Kalau tidak begini, mereka akan dengan leluasa masuk dan akan merusak harga pasar. Korbannya petani kita,” tegasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed