oleh

Harga Terus Anjlok, Petambak Masih Nantikan Kepastian Penyerapan PT. Garam

KABARMADURA.ID, Sampang – Akhir tahun 2020 hanya tersisa dua bulan lagi. Namun belum ada kejelasan dari PT. Garam soal penyerapan yang harus dilakukan tahun ini.

Padahal, saat ini merupakan masa produksi dan panen garam rakyat. Biasanya, penyerapan sudah dilakukan oleh PT. Garam di pertengahan tahun. Sementara harga garam semakin merosot dan merugikan petambak.

Pantauan Kabar Madura, nyaris semua tambak garam tidak dikelola oleh petambak, tidak dirawat. Akibatnya produksi garam di Kabupaten Sampang semakin sedikit. Terbukti, di sekitar tambah, jumlah garam yang ditimbun tidak sebanyak tahun lalu.

“Kalau dulu, banyak yang ditimbun karena memang banyak produksi. Sekarang tidak ada garam bukan karena laku. Tapi banyak petani yang berhenti mengelola lahannya,” kata Asmuni, salah satu petani garam di Desa Aeng Sareh, Sampang.

Petambak ingin, jika garam yang masih ada bisa diserap saat ini, bisa menutupi kerugian yang selama ini dialami. Sebab harga garam lebih kecil dari biaya produksi. Akibatnya, perlu ada penyerapan dengan harga lebih tinggi untuk mengembalikan modal para petani.

“Kami tagih janjinya PT. Garam untuk menyerap tahun ini. Sudah tersisa dua bulan. Sementara mereka sudah ada dana PMN untuk membeli garam kami,” tegas Asmuni.

Sementara Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM), Moh. Yanto mengatakan, jika PT. Garam tidak menyerap garam tahun ini, berarti mempermainkan petani se-Madura. Sebab, petani sangat menunggu pembelian dari PT. Garam.

“Kami menunggu penyerapan dari PT. Garam. Sehingga kami tidak selalu menerima janji,” ucapnya.

Menurutnya, jika PT. Garam serius, sisa dua bulan menjelang tutup tahun belum terlambat melakukan penyerapan. Sehingga perlu adanya kejelasan soal harga yang menjadi acuan. Penyerapan yang dilakukan PT. Garam akan menyelamatkan petani.

Terpisah, Manager Corporate Communications PT Garam Miftahol Arifin mengaku belum bisa memastikan soal penyerapan. Sebab patokan harga yang bisa dipakai belum mendapatkan rekomendasi dari BPKP Jawa Timur.

“Soal harga masih besok kami rapat jam 09.00 (selasa/6/10/2020). Kami berharap ada gambaran soal harga,” ungkapnya.

Laki-laki yang akrab disapa Miftah itu mengaku, tim PT. Garam untuk kesekian kalinya bertemu BPKP Jawa Timur. Namun belum ada keputusan soal harga. Praktis, pihaknya mengaku belum bisa melakukan penyerapan.

“Nanti kami infokan hasilnya,” katanya singkat. (km54/waw)

 

Komentar

News Feed