oleh

Hari Anak Nasional, Di Bangkalan Ada 16 Anak Terjerat Kasus Hukum

Kabarmadura.id/Bangkalan-Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Namun, masih banyak anak yang terjerat kasus hukum. Di Bangkalan, berdasarkan data Polres Bangkalan, setidaknya ada 16 anak di bawah umur yang terjerat kasus hukum.

Keseluruhannya kasus yang menimpa mereka cukup variatif. Mulai dari kasus pencurian, penyalahgunaan obat terlarang seperti narkotika, juga ada yang terjerat kasus hukum karena pelecehan seksual.

“Kalau kuantitas menurut saya kecil, dibandingkan daerah lain sebenarnya lumayan rendah. Ini berdasarkan dalam kurun 6 bulan terakhir. Sebelum tugas saya Bangkalan, daerah lain seperti Sumatera bisa sampai ratusan,” kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja, Rabu (22/7/2020).

Ia melanjutkan, 16 orang tersebut merupakan data laporan yang masuk kepadanya.  Di luar sana mungkin masih banyak anak yang terjerat kasus hukum yang tidak dilaporkan.

“16 orang ini berdasarkan laporan dan sudah ditangkap. Kalau di luar sana yang tidak masuk ke kami, biasanya cenderung diselesaikan secara kekeluargaan,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samatama Putra mengatakan, dalam dua pekan terakhir ini juga telah berhasil meringkus pelaku kejahatan. Dari 12 tersangka yang ditangkap, salah satu mereka juga masih tergolong di bawah umur. Menurutnya, satu tersangka di bawah umur itu terbelit kasus persetubuhan.

“Kasus persetubuhan kemarin yang sempat viral di Modung, yang melakukan 5 orang. Salah satunya sudah berhasil kami tangkap yang pelakunya masih di bawah umur,” jelasnya.

Menanggapi maraknya kasus persetubuhan dan pelecehan seksual di Bangkalan yang melibatkan anak di bawah umur, baik dari pelaku atau korban, AKBP Rama mengungkapkan, langkah ke depan yang dia ambil saat ini yakni menuntaskan semua kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan ke Polres Bangkalan.

“Kami berkomitmen kuat menuntaskan setiap kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan khususnya kekerasan seksual yang dilaporkan ke Polres Bangkalan,” tukasnya.

Diketahui, ada 25 laporan yang tercatat di Polres Bangkalan sejak Januari hingga Juli tahun 2020 yang melibatkan perempuan dan anak. Tahun 2019 sendiri ada 29 laporan, di mana laporan tersebut meliputi KDRT, persetubuhan, pencabulan dan pemerkosaan. (ina/pai)

Komentar

News Feed