Hari Terakhir PPKM, Antrian IGD Berangsur Sepi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MULAI LANDAI: Pada akhir penerapan PPKM antrian pasien di RSUD Smart mulai melandai dan bansos terus disalurkan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 tahap pertama berakhir pada (25/7/2021). Meski presiden sudah mengumumkan perpanangan PPKM level 4 hingga 2 Agustus, kondisi pada hari terakhir penerapan PPKM tahap pertama, perkembangan mulai terasa. Antrian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan mulai berkurang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Smart, dr. Syaiful Hidayat menerangkan, semua ruang isolasi dan tempat tidur yang disediakan di RSUD Smart untuk pasien Covid-19 penuh. Dari  91 bed semuanya terisi  pasien Covid-19.

Bacaan Lainnya

Namun, jelas Syaiful Hidayat, kondisi rumah sakit mulai sepi oleh kunjungan warga. Tidak seperti sebelum diberlakukan PPKM. Bahkan, ruang instalasi gawat darurat (IGD) telah berangsur sepi, tidak seperti sebelumnya. Yang semula antrian mencapai belasan orang, kini  hanya tinggal empat orang pasien.

Kendati begitu, menurutnya, efektivitas PPKM tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat. Butuh waktu satu hingga dua bulan baru benar-benar bisa merasakan efektivitas PPKM. Sebab, beransur sepinya rumah sakit tidak hanya karena penurunan kasus Covid-19 tapi juga karena warga enggan  ke rumah sakit takut terinfeksi Covid-19.

Pria yang akrab dipanggil dokter Yayak itu menerangkan, tujuan utama dari PKM yaitu agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk menekan angka kasus Covid-19. Karena itu menurutnya yang penting esensial bukan PPKM nya melainkan penerapan prokes.

“Meski PPKM kalau warganya tetap tidak menjalankan prokes, ya percuma,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan AKP Tomy Prambana, mengatakan, pemerintah melalui kementerian maritim dan investasi menyalurkan bantuan sosial berupa 52 ton beras untuk warga Pamekasan yang terdampak Covid-19. Kemudian 5 ton beras dari kepala kepolisian RI (Kapolri).

Hingga akhir masa PPKM ini, bansos tersebut masih terus didistribusikan. Pihaknya menyalurkan bansos itu melalui masing-masing kepolisian sektor (polsek) di 13 kecamatan dan Babinkamtibmas di masing-masing desa di 178 desa dan 11 kelurahan. Pihaknya menyasar warga terdampak wabah Covid-19 yang membutuhkan uluran tangan.

“Hingga hari ini penyaluran tetap dilakukan oleh polsek dan bhabinkamtibmas,” terangnya. (ali/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *