Hari Tua Bahagia Warga Pamekasan

  • Whatsapp

Oleh: Tabri S. Munir, Redaktur Kabar Madura

Mengawali catatan ini, perlu disampaikan bahwa tulisan ini sangat subyektif dan sangat kasuistik. Apalagi, secara geografis juga sangat sempit, hanya membicarakan Pamekasan. Perihalnya pun juga sangat subyektif, perihal tetek bengek kebijakan politik Pemerintah Pamekasan yang sangat memanjakan warganya dalam memenuhi hak dasar hidup.

Terbaru, bupati Pamekasan melaunching program Simpati Lansia. Program tersebut adalah memberikan makanan sebanyak dua kali setiap hari untuk lansia di Pamekasan.

Memang tidak semua lansia mendapatkan program tersebut. Berdasar catatan dari  Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, dari 4.900 lansia yang diajukan dan diverifikasi, terdapat 3.505 orang sudah mendapatkan program Program Keluarga Harapan (PKH) Plus khusus untuk lansia.

Dari sisi kemampuan keuangan, berdasar penjelasan Dinsos Pamekasan, hanya mampu menjangkau 748 orang lansia. Jika merujuk pada jumlah lansia tersebut, terdapat 647 lansia yang belum bisa mendapatkan akses, baik itu PKH Plus maupun Simpati Lansia.

Bagaimana sisanya? Tentunya warga Pamekasan menunggu solusi kebijakan dari bupati Pamekasan. Toh, adanya program Simpati Lansia termasuk gebrakan dan harus disadari bahwa program permulaan tidak semuanya sempurna, perlu ada perbaikan sambil berjalan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Pamekasan telah memasuki era ageing population, yaitu ketika persentase jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai 10 persen. Berdasar hasil sensus penduduk oleh BPS tahun 2020, persentase penduduk lansia di Pamekasan mencapai 11,49 persen dari total jumlah penduduk.

Menjaga angka harapan hidup warga adalah program wajib pemerintah. Simpati Lansia dan PKH Plus adalah salah satu sarana untuk menjaga angka harapan hidup tersebut.

Kewajiban untuk menjaga harapan hidup di Pamekasan juga semakin dipermudah untuk saat ini. Jika sakit, warga yang miskin bisa mendapatkan akses BPJS Kesehatan yang disubsidi melalui penerima biaya iuran daerah (PBID).

Warga Pamekasan juga mendapatkan layanan mobil Sigap untuk antar jemput ke rumah sakit. Program tersebut akhirnya menjadi guyonan yang tentunya positif.

Reng mekkasan mun sakek, cokop abandah sanguna se ajegeh. Mun la toah ngakan e jamin, mun mateh tak sampe ajuel warisan, (Warga Pamekasan kalau sakit, cukup sedia biaya yang menjaga. Kalau sudah tua, makan ada yang jamin, kalau meninggal tidak sampai jual warisan).”

Ungkapan tersebut, kami dapatkan dari tetangga, karena selama ini merasa biaya berobat dan wira-wiri ke rumah sakit, selalu menjadi penguras harta dan simpanan. Catatan ini sejatinya masih panjang, utamanya untuk kelompok warga kepentingan lainnya. Misalnya, untuk angkatan pekerja produktif yang belum mandiri maupun untuk anak-anak yang terlahir dari warga miskin sehingga terancam tidak mendapatkan akses pendidikan.

Sebagai catatan akhir dari tulisan ini, sebagus apa pun programnya, jika pelaksana di lapangan baik mulai dari pendataan hingga pelaksanaan dijalankan oleh orang yang tidak tepat, maka akan berpotensi terjadinya penyimpangan. Semoga hari tua kita kelak, harapan hidup bahagia terus terjaga.

  • Hari Tua Bahagia di Pamekasan bagi warga non penerima pensiunan
  • PKH Plus untuk kebutuhan harian bagi  lansia yang terdata di DTKS dan layak menerima
  • Simpati Lansia untuk memenuhi kebutuhan makan lansia yang layak menerima
  • BPJS PBID dan BPJS PBIN untuk kesehatan
  • Mobil Sigap untuk antar jemput pasien

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *