Harus Vaksin, Guru Ngaji Enggan Cairkan Bansos

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) TIDAK TUNTAS: Penyaluran honor guru ngaji dan bansos marbot di Kabupaten Sampang belum tuntas, banyak penerima yang enggan mencairkan karena harus mempersyaratkan bukti sudah di vaksin.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Sejumlah guru ngaji penerima bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Sampang, enggan melakukan pencairan haknya. Penyebabnya, karena para guru ngaji penerima Bansos merasa keberatan untuk memenuhi persyaratan melampirkan bukti sudah selesai vaksin anti Covid-19.

Kewajiban bagi penerima Bansos harus selesai vaksin tersebut, tertuang dalam surat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang nomor 460/327/434.012/2021 yang ditujukan kepada camat se-kabupaten Sampang.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setkab Sampang Moh. Tolkhah menceritakan, hingga saat ini masih banyak penerima honor guru ngaji dan bansos tersebut yang belum mencairkan. Namun, dirinya tidak menyebutkan jumlah penerima yang sudah mencairkan dan belum. Ia berdalih belum mendapatkan laporan dari kecamatan.

“Sampai saat ini, kami belum menerima laporannya. langsung ke Kecamatan saja,” singkatnya.

Terpisah, koordinator guru ngaji Kecamatan Tambelangan H. Saiful Ansori mengungkapkan, semua penerima sudah diberikan arahan sebelumnya agar melakukan vaksinasi di Puskesmas terdekat, karena menjadi salah satu persyaratan untuk mencairkan Bansos tersebut. Tetapi banyak yang tidak melakukan, sehingga otomatis tidak bisa mencairkan.

“Untuk Kecamatan Tambelangan terdapat sebanyak 322 penerima honor guru ngaji, tetapi baru sekitar 19 orang yang mencairkan,” ulasnya

Sementara itu, salah seorang penerima honor guru ngaji di Kecamatan Tambelangan KH.Munif mengatakan, manakala Pemerintah ingin memberikan bantuan kepada masyarakat, tidak usah pakai embel-embel, wajib menunjukkan bukti vaksin dan semacamnya. Karena tidak semua warga bersedia untuk divaksin dengan berbagai alasannya.

“Kalau saya pribadi sebenarnya bukan tidak mau di vaksin, tapi untuk saat ini, saya merasa tubuh belum membutuhkan, ada yang sebagian warga memiliki riwayat penyakit bawaan dan lainnya,” tukasnya (sub/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *