oleh

Hasani Bin Zubair, Wakili Pemuda Madura

BANGKALAN-Nama KH. Hasani bin Zubair atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ra Hasani Zuber, mungkin nama tersebut sudah tidak asing di telinga masyarakat Bangkalan. Putra dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan kali ini, namanya disebut-sebut bakal menghiasi parlemen di Senayan periode 2019-2024.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) melalui Dapil Jatim XI (Madura) untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Pada tahun 2018, dirinya menjadi tim pemenangan salah satu pasangan calon bupati Bangkalan. Dalam pilkada tersebut, tim yang didukungnya kalah, namun hal itu yang membuatnya bertekad bulat terjud ke dua politik praktis.

Kabar Madura berkesempatan mewawancarai Ra Hasani, ia mengaku termotivasi untuk melebarkan sayap poltiknya setelah kekalahan itu. Mengenai motivasinya ikut dalam caleg DPR RI, ingin memperluas wadah aktualisasi pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Madura dan bangsa Indonesia.

“Selama ini wadah aktualisasi saya dengan media dan organisasi kepemudaan (GP Anshor) dengan ruang geraknya terbatas,” ungkapnya, Kamis (9/5).

Selain itu, tekadnya mewakili pemuda Madura ini, juga berangkat dari kegelisahan, karena melihat bangsa, khususnya Madura yang belum berkembang sesuai harapan. Padahal dari sisi sumber daya manusia (SDM), masyarakat Madura merupakan pekerja keras. Sedangkan dari sumber daya alam (SDA) tidak ada yang meragukan.

“Potensi migas, potensi perikanan dan kekayaan lautnya serta potensi wisatanya sebetulnya menjanjikan. Jadi, menurut pandangan saya ada yang belum proporsional antara perkembangan yang ada dengan potensi yang dimiliki Madura,” jelasnya.

Dengan modal basic dari pesantren, menjadikan modal utamanya untuk masuk ke lingkungan masyarakat Madura yang terkenal dengan adat religinya. Karena alasan itu, lelaki yang masih menjabat sebagai ketua GP Anshor Bangkalan ini ingin berkomitmen untuk mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat Madura.

Jika dirinya benar-benar terpilih sebagai wakil rakyat untuk mewakili pemuda Madura, Ra Hasani mengaku akan memberikan kesempatan ruang gerak pada masyarakat Madura secara luas dan sangat terbuka.

“Dengan demikian, mohon doa dan dukungannya agar ke depan saya dapat mengabdi sesuai dengan yang diharapkan masyarakat khususnya masyarakat Madura,” paparnya.

Putra dari KH. Zubair Muntashor dan Nyai Hj. Musri’ah Anwar ini menceritakan perjuangannya dalam merebutkan kursi di Senayan. Ra Hasani mengungkapkan, dirinya harus berjuang ekstra sebagai kader baru di Partai Demokrat.

Sejak mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI, dirinya mengaku harus sering menyapa masyarakat, menemui tokoh baik agama maupun masyarakat serta simpul-simpul yang ada di dapil.

“Terutama komunikasi dengan partai dalam menggerakkan mesin politik di tingkat akar rumput,” ungkap lelaki yang hobi menulis di blog ini.

Saat melakukan perjuangan tersebut, banyak yang meragukan dan pesimis kepadanya. Namun, dia menyadari, perjuangannya tidak pasti selamanya menyenangkan, namun semua harus diterima dan hal itu dianggap sebagai dinamika perjalanan politik.

“Saya pikir semuanya punya banyak kesan saat berjuang di pemilu 2019. Mengingat saya sebaai orang baru di dunia politik praktis, lebih-lebih ketika tatap muka dengan masyarakat di mana mereka banyak mengutarakan harapan tentang perbaikan bangsa, khususnya Madura,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed