Hasil Benih Tidak Diminati, BBI di Sumenep Dinilai Tak Maksimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TIDAK MINAT: Masyarakat enggan membeli hasil balai benih ikan (BBI) di Sumenep

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Hingga saat ini balai benih ikan (BBI) di Kabupaten Sumenep tidak berfungsi dengan baik. Lantaran benih yang ada kurang diminati masyarakat. Sehingga, balai yang dibangun sejak 2015 lalu itu dinilai tidak mampu membawa keuntungan bagi masyarakat maupun Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep selaku pengelola.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya Air Tawar Diskan Sumenep Yusuf Masri mengatakan, balai benih ikan yang di Sumenep memang berjalan belum maksimal. Hal tersebut disebabkan benih ikan yang ada tidak berkualitas, sehingga membuat masyarakat membeli benih di luar daerah Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Benih ikannya tidak berkualitas. Bahkan, benih ikannya tidak lengkap seperti ikan Patin, Lele dan lainnya,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Padahal, menurutnya, tujuan adanya pembangunan BBI untuk peningkatan produksi benih ikan kolam produksi dan penambahan induk benih ikan. Namun kenyataannya itu belum bisa terwujud.

Untuk mengatasi  masalah ini, Yusuf Masri menyebutkan, Diskan akan berupaya untuk Balai itu bisa berfungsi sesuai keinginan semua pihak.

“Kami masih belum menemukan cara, bagaimana balai benih ikan di Sumenep dapat berkembang dan maju,” tegasnya.

Harapan besar dari adanya BBI dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).  Tapi, ia mengungkapkan, untuk mencapai itu masih perlu perbaikan sarana atau fasilitas. Agar benih yang dihasilkan berkualitas.

“Pembenahan sarana pengembangbiakan perikanan di BBI yang memang kondisinya belum optimal. Ini menjadi PR bersama,” imbuhnya.

Kendati demikian, tambahnya, Diskan mulai membangun BBI kembali. Itu dilakukan untuk penyediaan benih ikan di Sumenep bisa tercukupi. Selain itu, balai yang baru nantinya akan diisi dengan benih ikan yang berkualitas. Itu sebagai bentuk jawaban dari koreksi BBI yang sudah ada.

“Karena selama ini tidak maksimal, kami coba tambah pembangunan lagi dan benihnya akan dicarikan di Jawa,” paparnya.

Sementara Kasi Produksi Perikanan Budidaya Diskan Sumenep Moh. Subhan Hedir mengatakan, pengembangan BBI masih mengalami sejumlah kendala. Salah satunya kekurangan air dan kolam tidak memadai.

“Kekurangan air dan kolam menjadi kendala untuk pengembangan BBI sejauh ini,” jelas pria yang akrab disapa Subhan itu.

Disebutkan, dari sebanyak 207 orang pembudidaya ikan di Kota Keris masih banyak kekurangan benih ikan, terutama jenis Ikan Lele. Maka untuk mengatasi itu, sementara pihaknya akan berusaha mendatangkan benih dari luar Sumenep.

“Saat ini berfokus pada Ikan Lele dan ada sebagian Ikan Nila yang pusat benih ikan tersebut dari luar Pulau Madura. Di antaranya, Gresik, dan Kediri,” tukas Subhan.

Sedangkan, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, pembangunan di BBI yang baru diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada pembangunan sebelumnya, seperti di bagian luas kolam dan benih ikan. Biar keteersediaan benih ikan memadai, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli benih ikan ke luar daerah.

Juhari juga menekankan, anggaran yang digelontorkan harus digunakan sebagaimana mestinya. Ia juga menginginkan Diskan lebih berinovasi dalam pengelolaan BBI, sehingga harapan bisa menyumbang PAD bisa tercapai.

“BBI yang tidak maksimal karena Diskan terlalu nakal dan enggan berinovasi,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Sule Sulaiman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *