oleh

: Hasil Coklit, Data 61 Ribu Calon Pemilih Pilkada Sumenep Dinyatakan TMS

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) hingga saat ini, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) banyak menemukan data kependudukan yang tidak memenuhi persyaratan (TMS). Akibatnya, sebanyak 61.000 dari 889.000 data calon pemilih harus dicoret.Sehinggayang aktif tinggal 828.000.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Syaifurrahman mengatakan, hasil 828.000 itu sudah dicoklit pada 15 Juli hingga 13 Agustus. “Saat ini sudah selesai,” katanya, Senin (17/08//2020).

Data coklit TMS itu rata-rata karena sudah meninggal dunia, data ganda, pindah domisili, di bawah umur,anggota TNI, Polri, bukan penduduk setempat dan hak pilihnya dicabut serta tidak dikenal.

Meski data coklit sudah berakhir, KPU Sumenep belum bisa bernafas lega. Sebab, masih harus ada perbaikan dan memvalidasi ulang data hasil coklit. Tahapan perbaikan dimulai 29 Agustus untuk tingkat kecamatan dan30 Agustus untuk tingkat desa.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep Anwar Noris mengklaim masih terus mengawas ketat kegiatan coklit data. Selain demi kevalidan data, juga mengurangi kelalaian petugas dalam menjalankan tugas pendataan, apalagi kesalahan dalam menginput maupun mencoret pemilih.

Sebab, kata Noris, kesalahan itu akan berdampak pada pengulangan pekerjaan PPDP dan PDK. Mereka harus menghapus pemilih yang TMS dari A-KWK serta memasukan pemilih kategori MS yang belum terdaftar. Sedangkan, pembersihan data pemilih seharusnya dilakukan dan selesai dalam proses sinkronisasi.

“Jika perlu nanti kami akan mengirim surat pada KPU untuk memperbaiki data ketika ada kesalahan,” ungkap Noris. (imd/waw)

Komentar

News Feed