Hasil CPNS Guru Tidak Sesuai Kebutuhan Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KHIDMAT: Peserta CPNS saat mengikuti acara virtual penyerahan CPNS di Aula SMKN 2 Bangkalan, Senin (25/1/2021).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Sebanyak 62 calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 yang lolos ternyata tidak sesuai kebutuhan. CPNS dengan formasi guru SMA dan SMK tersebut, tidak menutup kebutuhan sekolah. Dalam formasi itu, secara keseluruhan terdapat 78 orang yang dinyatakan lolos.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bangkalan, Sunarto menyampaikan, kebutuhan guru yang digunakan oleh pemerintah pusat yaitu dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, sehingga banyak penempatan guru CPNS yang tidak tepat.

Bacaan Lainnya

“Pembagian penempatan nyatanya tidak sama dengan kebutuhan sekolah, akhirnya terkesan menumpuk, karena ada sekitar 62 orang yang penempatannya tak tepat,” ulasnya, Senin (25/1/2021).

Dampak dari penempatan yang tak sesuai kebutuhan, harus mengubah komposisi dan mengganggu keseimbangan di beberapa sekolah.

Kepala sekolah juga bingung menempatkan guru PNS baru tersebut. Sebab, mata pelajaran (mapel) yang sebelumnya sudah diisi oleh guru lain yang bukan PNS, sehingga kemungkinan harus diganti.

“Imbasnya ke guru tidak tetap (GTT). Sebelumnya sudah diisi, lalu harus diganti, kan kasihan,” paparnya.

Selanjutnya, Sunarto berencana koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) agar menata ulang ke sekolah yang membutuhkan.

Sementara itu, salah seorang guru yang juga PNS baru, Wakiatur Rohmah, bersyukur karena telah resmi menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Pemprov Jatim. Meskipun secara resmi harus menunggu dan menjalani dulu selama satu tahun.

“Kami nanti harus menunggu satu tahun pengabdian dulu, baru resmi jadi PNS,” paparnya.

Berkaitan dengan tidak tepatnya sasaran CPNS dengan kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah, perempuan yang akrab disapa Waki tersebut hanya bisa menerima sesuai dengan SK yang sudah turun. Sedangkan berkaitan dengan teknis nantinya kemungkinan akan dibicarakan lagi dengan pihak sekolah.

Kami menghormati dan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan sekolah, tetapi sementara akan mengikuti SK yang berlaku,” pungkasnya. (km 59/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *