Hasil Diklat Cakepsek Belum Keluar, Puluhan Sekolah Masih Dijabat Plt

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) BELUM ADA KEJELASAN: Puluhan guru masih menunggu pengumuman hasil pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah.

KABARMADURA.ID | SAMPANGHasil pendidikan dan pelatihan (diklat) 34 guru sebagai calon kepala sekolah di Sampang beberapa waktu lalu masih belum keluar. Hal itu menyebabkan nasib pengangkatan puluhan calon calon kepala sekolah (cakepsek) tersebut belum jelas.

Data yang dihimpun Kabar Madura dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebutkan, jumlah  sekolah dasar (SD) Negeri yang kepala sekolahnya dijabat pelaksana tugas (Plt) hingga saat ini sebanyak 74 lembaga dari total sekitar 616 lembaga yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Disdik Sampang Edi Subinto melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Mawardi mengatakan, diklat cakepsek itu dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur dan penanggung jawabnya yakni Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo.

Ia berharap, nilai peserta diklat tersebut segera turun agar proses penempatan calon kepala sekolah itu bisa diproses. “Kami masih menunggu hasil diklat cakepsek dari LP2KS Solo, apakah lulus semua atau tidak. Jika nanti sudah keluar, baru bisa diusulkan untuk menempati kepsek yang masih dijabat Plt ini,” ujar Mawardi kepada Kabar Madura, Selasa (26/10/2021).

Selain itu, ia menguraikan, kendati telah melaksanakan diklat, masih belum memenuhi kebutuhan kepsek yang dijabat Plt. Hal itu bisa dilihat dari sebanyak 74 SD kepsek-nya masih dijabat Plt. Sementara, apabila peserta diklat lulus semua, jumlahnya hanya 34. Empat untuk cakepsek jenjang SMP, dan 30 untuk SD.

Ia melanjutkan, jumlah Plt kepsek itu diprediksi akan terus bertambah, seiring banyaknya kepsek yang memasuki usia pensiun dan berhalangan tetap. Namun, pihaknya mengaku hanya bisa mendorong guru yang sudah memenuhi syarat, agar mengikuti diklat cakepsek pada tahun berikutnya.

“Meskipun nanti, para cakepsek yang ikut diklat ini dinyatakan lulus semua, kami masih mengalami kekurangan kepsek  sebanyak 44 orang untuk jenjang SD,” ulasnya.

Mawardi menambahkan, banyaknya kepsek yang dijabat Plt disebabkan antusiasme guru yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti diklat cakepsek masih rendah. Sebab, tunjangan guru biasa dengan kepsek tidak jauh berbeda, sedangkan tanggung jawabnya lebih besar.

“Mayoritas guru yang memenuhi syarat ini malah kurang minat menjadi kepsek. Ada yang beralasan tanggung jawabnya yang besar dan lain semacamnya,” ujar Mawardi.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *