Hasil Penelitian Tersendat, Bappeda Sumenep Kebingungan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIRENCANAKAN: Penelitian tahun ini diharapkan menjadi penunjang harga tembakau.

KABARMADRA.ID, SUMENEP – Meski hasil penelitian daun kelor belum membuahkan hasil yang maksimal. Namun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, akan kembali melakukan penelitian. Kali ini penelitian akan difokuskan kepada kawasan industri tembakau.

Kepala Bappeda Sumenep Yayak Nurwahyudi menjelaskan, tindak lanjut hasil penelitian daun kelor tidak bisa dimaksimalkan. Hal itu karena masih belum ada rekomendasikan dari perguruan tinggi selaku yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Dikatakannnya, tahun ini dinasnya akan kembali melakukan penelitian untuk kawasan industri melalui pertanian yaitu keberadaan tembakau, yang selama ini cukup kerap dipersoalkan di Kota Keris, lantaran harganya masih belum berpihak pada petani.

“Objek kami adalah kawasan industri tembakau, kita upayakan nanti ada pabrik-pabrik pelintingan untuk tembakau, salah satunya untuk mengatasi harga itu,” katanya.

Sehingga, lanjut Yayak, sapaan akrabnya, ketika harga sudah mulai berpihak kepada petani, maka secara otomatis tingkat atau stabilitas perekonomian akan membaik di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.

Ia menambahkan, jika anggaran penelitian kurang lebih Rp100 juta. Anggaran itu akan diproyeksikan di tiga kecamatan, mulai dari Pasongsongan, Guluk, dan Bluto. Dengan harapan harga tembakau bisa di atas standar.

“Saat ini kita kerjasama dengan swasta, berbeda dengan yang sebelumnya. Koordinasinya dengan pabrikan juga sudah,” imbuhnya.

Ditambahkanya, untuk hasil kelor pihaknya masih belum mendapat disposisi, sebab perguruan tinggi tersebut belum memberikan sertifikat atau formalisasi, bahwa pohon kelor yang berada di Kecamatan Talango merupakan tumbuhan terbaik yang mempunyai kandungan luar biasa.

“Tapi untuk sertifikatnya akan kami urus nanti. Sehingga ketika itu sudah ada maka produk-produknya bisa diekspor nanti,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *