Hasil Rapid Test, Satu Warga Sampang Tunjukkan Reaktif Covid-19

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) BERTAMBAH: Tim satgas pencegahan penanganan wabah Covid-19 Kabupaten Sampang menyebut jumlah warga dengan status ODP yang diisolasi di BLK Sampang bertambah dua orang.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Jumlah pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Sampang, bertambah dua orang. Dari dua ODP itu, satu ODP menunjukkan hasil rapid test reaktif Covid-19. Kini keduanya dirawat isolasi di balai latihan kerja (BLK) di Jalan Syamsul Arifin Sampang.

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang Djuwardi mengatakan, dua ODP baru yang dirawat isolasi di BLK itu, namun keduanya bukan berarti terkonfirmasi positif Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hanya saja, saat dilakukan rapid test, satu dari dua ODP itu menunjukkan ada reaksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengecegahan lanjutan dengan mengikuti protokol pencegahan penanganan wabah Covid-19.

Dirinya menjelaskan, ciri-ciri dan indikator seseorang terpapar Covid-19, di antaranya, suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, mengalami sesak pernapasan, demam tinggi dan lain sebagainya. Sehingga belum bisa dipastikan ODP itu terinfeksi Covid-19 jika hanya mengalami reaksi dari salah satu ciri tersebut, sebelum dilakukan tahapan pengecekan atau tes swab.

“Rapid tes ini tahap pertama, makanya yang bersangkutan dikarantina untuk dilihat perkembangannya,” terangnya, Selasa (28/4/2020).

Lanjut Djuwardi, hingga kini, sudah tercatat sebanyak 4 orang yang menjalani rawat isolasi di BLK Sampang. Untuk dua ODP sudah dilaksanakan rapid tes dan swab dan semuanya dinyatakan negatif Covid-19, bahkan satu orang di antaranya sudah dipulangkan.

Sementara tambahan dua warga ODP yang rawat isolasi di BLK, salah satunya merupakan petugas keamanan di salah satu pasar tradisional di wilayah Kota Bahari. Untuk tambahan dua ODP itu masih dalam proses pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan dan untuk melihat perkembangannya harus dikarantina selama 14 hari ke depan.

Djuwardi menegaskan, sampai hari ini masih tersisa tiga ODP yang dirawat isolasi di BLK. Dari ketiganya, satu sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil test swab, tapi belum dipulangkan. Kemudian dua orang masih proses rapid test, dan satu orang menunjukkan reaktif Covid-19 via rapid test.

“Kami lakukan rapid tes dan karantina untuk dua ODP ini. Tapi  kalau perkembangannya memburuk maka kami tingkatkan kepada pemeriksanaan yang lebih tinggi lagi, yakni test swab atau PCR. Namun, jika selama 14 hari perkembangan yang bersangkutan semakin baik, maka kami rumahkan kembali,” terangnya. (sub/pin)

 

Ralat: sebelumnya tertulis ODP yang reaktif Covid-19 sebanyak dua orang, setelah dikonfirmasi lebih lanjut hanya satu orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *