oleh

Hasil SIdak, Lahan Pangkal Dermaga Gili Iyang Belum Dibebaskan

Kabarmadura.id/Sumenep/DUNGKEK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur tidak hanya menyoroti persoalan bangunan yang saat ini mulai ambruk di Dermaga Gili Iyang, tetapi juga termasuk persoalan tanah di pangkal pelabuhan tersebut juga menjadi sorotan. Pasalnya, status tanah di pangkal atau penghubung dari darat ke dermaga itu masih belum ada kepastian.

Wakil Ketua Komisi D Moh  Asyhari menyampaikan, salah satu hasil inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Gili Iyang selain menemui ada beberapa kejanggalan, ternyata status tanah masih belum final.

“Mestinya urusan tanah itu adalah tanggungjawab kabupaten selaku penanggungjawab teknisnya. Maka mestinya sudah selesai di awal,” katanya, kemarin.

Sehingga dia khawatir meskipun pada tahun ini pembangunan itu selesai, nantinya tidak bisa difungsikan karena lahan tersebut masih belum dibebaskan.

Pembangunan yang direncanakan mulai tahun 2015 itu terkesan main-main, sebab kabarnya, pernah ada warga mengajukan permintaan ganti rugi tanah miliknya, namun tidak digubris.

Ditambahkan, bahwa dari awal dinilai proses pembangunan pelabuhan Gili Iyang bermasalah. Dicontohkan, pembebasan lahan di Kecamatan Dungkek menuju pelabuhan Gili Iyang sampai saat ini masih belum usai.

“Kalau kami tidak mau tahu yang terpenting pembangunan itu langsung dengan lahannya  juga tuntas. Karena percuma pembangunan selesai jika tanahnya bermasalah tidak difungsikan itu,” imbuhnya.

Selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim) dan bertugas di Dapil Madura, ia juga menyampaikan, pada kegiatan sidak dirinya ingin benar-benar memastikan terhadap kondisi atau fakta pembangunan tersebut di lapangan.

Artinya kepercayaan yang diberikan pemerintah Provinisi Jatim bisa dimaksimalkan dengan pembuktian pembangunan dermaga itu dapat dinikmati sesuai fungsi dan tujuan pembangunan tersebut.

“Intinya kalau tidak selesai tahun ini kami tidak mau tahu, harus dikembalikan anggaraannya,” pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed