oleh

Hasil Sidak, Penerapan Belajar di Rumah Masih Bermasalah

Kabarmadura.id/Bangkalan-Home learning atau belajar di rumah yang diterapkan sekolah di Bangkalan,  menuai kritik dari legislator. Kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 itu, penerapanya dinilai kurang efektif.

Kritikan itu mucul setelah rombongan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan memantu kegiatan home learning tersebut. Hasil pantauannya, kegiatan home learning dinilai kurang inovatif.

“Secara model, home learning ini terkendala dengan perangkat yang kita miliki. Kalau di luar negeri itu penerapannya dan perangkatnya sudah lengkap, beda dengan di Bangkalan,” terang Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, Kamis (26/3/2020).

Selama pencegahan merebaknya Covid-19 ini berlangsung, dia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan untuk membuat inovasi baru. Sehingga, dalam home learning yang dilakukan dalam keadaan darurat itu ada kegiatan dan edukasi yang bisa dilakukan sekolah dengan murid, agar tidak berakhir sia-sia.

“Kalau semisal murid kebingungan atau kesusahan, sementara perangkat belum lengkap, dia mau tanya kemana. Ini yang menjadi kesusahn. Selain home learning, saya sarankan Disdik untuk membangun komunikasi antara orangtua murid dan guru. Ke depannya juga ada sentuhan alat dan sarana,” sarannya.

Sebab, hal itu merupakan salah satu sarana yang bisa menunjang home learning berjalan lancar. Selama proses home learning, tutur politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini,  hanya 80 persen SMP yang menerapkan hal itu. Untuk itu, ia meminta Disdik membuat inovasi baru, terlebih rencananya akan menambah masa libur siswa.

“Saat genting seperti ini, saya cukup apresiasi kebijakan Disdik. Tapi saya harapkan home learning ini bisa merata di seluruh sekolah,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, pemberlakukan masa perpanjangan masuk sekolah hingga 6 April 2020, sesuai surat edaran dari Gubernur Jawa Timur.

“Ada penambahan satu minggu dari sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan jika masa darurat Covid-19 belum dicabut, masa masuk sekolah bisa diperpanjang kembali. Kami menunggu perkembangan dan regulasi selanjutnya,” ungkapnya.

Mengenai kritikan legislator itu,  menurut Bambang, dalam masa siaga Covid-19, pihaknya mengimbau kepada semua siswa untuk tetap belajar di rumah. Sementara itu, untuk guru, ia minta tetap memberikan materi dan tugas secara online. Namun, kata Bambang, kepada guru untuk tidak usah terlalu memberikan tekanan dalam pencapaian kurikurum.

“Guru agar lebih fokus memberikan pembelajaran dan pemahaman tentang Covid-19 kepada siswa,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rangka memaksimalkan imbauan social distancing untuk menekan penularan Covid-19, sejak tanggal 16 Maret 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meliburkan seluruh siswa tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) untuk tidak ke sekolah. (ina/waw)

 

Komentar

News Feed