Hasil Survei, Kondisi Pengusaha di Bangkalan Labil

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MELEMAH: Survei dampak pandemi pada sektor pengusaha Bangkalan cukup luar biasa, terutama terhadap pemilik usaha kecil.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Usai pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pelaku usaha di Kabupaten Bangkalan masih melemah. Kondisi itu diketahui berdasarkan hasil survei. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan Yeni Arisanti, Rabu (27/10/2021).

Dia mengaku, sudah tiga kali melakukan survei terhadap pemilik usaha. Hasil survei pertama, ada 94 pengusaha, survei kedua 150 pengusaha dan survei ketiga mencapai 246 pengusaha. Dari hasil survei tersebut, sudah mengalami peningkatan responden. Sehingga data yang dihasilkan lebih luas dan valid.

“Karena targetnya hanya pengusaha, jadi kalau tidak punya usaha tidak bisa mengisi data. Sedangkan survei yang kami lakukan bisa mengukur dampak pandemi Covid-19, baik secara langsung maupun tidak. Ini merupakan program pusat, kami hanya sebagai pelaksana,” ujarnya

Menurutnya, survei ini akan berdampak pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat. Sebab data yang diisi pada link, langsung tercatat di pusat. Kemudian akan dianalisa hasilnya. Sebab kebijakan mengenai pelaksanaan dan penetapan kegiatan juga bergantung pada hasil survei. Jika nanti memang masih kurang, maka akan dimungkinkan ada survei tahap ke empat.

“Kalau yang ketiga memang baru selesai minggu kemarin. Kami akan melihat hasilnya nanti jika benar-benar kebutuhan data sudah selesai. Kami juga tidak tahu ini nanti ada lagi atau tidak, kami juga menunggu dari atasan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha teri crispy di Bangkalan Aji Santoso mengaku, sempat gulung tikar. Sebab perkiraan pasar dan perolehan keuntungan sulit tercapai. Sehingga pilihan memikirkan untung rugi bagi para pengusaha merupakan sesuatu yang wajar.

“Karena jika nanti dilanjutkan, akan mengakibatkan kerugian dan juga menghabiskan modal. Saya memilih ditutup karena memang merasa tidak akan memungkinkan. Eman kalau dilanjutkan buka, tapi nanti hasilnya merugi,” responnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *