oleh

Hasil Uji PCR Lambat, Pasien Sehat Terlalu Lama Diisolasi

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Lambatnya hasil swabpolymerase chain reaction (PCR) keluar, membuat pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit lama menunggu, sementara kondisi mereka sudah dinyatakan sehat secara klinis.

Bahkan salah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan yang merupakan pedagang di Pasar Kolpajung yang meninggal dunia pada 16 Mei 2020 hingga saat ini hasil swabnya belum kunjung keluar. Perempuan berusia 55 tahun itu ditetapkan PDP pada 13 Mei 2020 dan langsung diambil sampel melalui swab tenggorokan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Ssakit Umum Daerah dr. H. Slamet Martoirdjo (RSUD SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan, lamanya hasil swab keluar disebabkan oleh terbatasnya alat pemeriksaan swab yang tersedia di Jawa Timur. Sehingga butuh waktu lama untuk menunggu hasilnya.

Sementara, jumlah PDP setiap hari terus bertambah dan ruang isolasi di rumah sakit penuh, sehingga pihaknya tidak bisa menerima tambahan pasien baru kecuali dengan memulangkan pasien yang sudah sehat dan sudah lama diisolasi.

“Menuggu hasil swab itu bisa dua pekan lebih, itu yang meninggal dari Plakpak saja belum keluar, padahal keluarganya sering tanya ke kami,” ucapnya.

Syaiful berharap, pemerintah daerah bisa mengupayakan ketersediaan alat PCR, agar pengujuan sampelnya cepat selesai. Terlebih, ada pasien yangmenunggu hasil swab, kondisinya nampak sehat secara medis atau tanpa keluhan apapun.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Achmad Marsuki justru tidak banyak memberi kejelasan tentang bagaimana upaya untuk bisa mendapat alat PCR mandiri untuk Pamekasan. Dia hanya mengatakan telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh alat tersebut.

“Pemerintah sudah breusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Soal lamanya hasil swab, dia juga hanya menjelaskan akan berusaha lebih cepat dan optimal. Tidak ada penjelasan detail tentang apa usahanya itu, namun hanya dikatakan akan berusaha menambah ketersediaan laboratorium khusus PCR.

Anehnya, dia justru mengatakan tidak tahu saat ditanya di mana penambahan laboratorium itu. Bahkan, saat dimintai penjelasan tentang apakah Pamekasan layak mendapatkan alat tersebut, juga tidak dijawab dengan jelas dan hanya mengatakan tidak tahu.

“Saya juga gak tahu,” ucapnya singkat. (ali/waw)

Komentar

News Feed