oleh

HBA ke-60,Kejari Pamekasan Komitmen Bangun Kepercayaan Masyarakat dengan Supremasi Hukum

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Peingatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, dilaksanakan dengan menggelar tasyakuran. Kegiatan yang berlangsung di di kantor Kejari Pamekasan, Rabu (22/72020) itu, mengambil tema “Terus Bergerak dan Berkarya”.

Protokol kesehatan Covid-19 tetap diterapkan dalam tasyakuran itu. Nampak hadir sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan, seperi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten  Pamekasan Totok Hartono, Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, dan lainnya yang datang secara bergantian.

Kepala Kejari (Kajari) Pamekasan Teuku Rahmatsyah dalam sambutannya mengatakan, komitmen untuk menegakkan hukum dan berkeadilan, menjadi dasar utama dalam memberikan kepercayaan hukum kepada masyarakat di Pamekasan.Karenanya, inovasi terus digalakkan agar tercipta layanan yang profesiaonal, bersih dan terpercaya.

“Kami ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan memberikan pelayanan prima,”ungkapnya.

Tasyakuran HBA ke-60 itu, juga sekaligus memperingati hari ulang tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-20.

Menurut Ketua Panita HBA ke-60 Kejari Pamekasan Sutriyono,peringatan dua hari besar bagi Korps Adyaksa itu, diwarnai dengan berbagai kegiatan. Sejak 15 Juli 2020, dilaksanakan bakti sosial melalui pembagian 50 paket sembako untuk purna adhyaksa atau pensiunan pegawai dan jaksadi Pamekasan, serta bantuan untuk keluarga yang kurang mampu.

Selain itu, juga digelarlomba karya ilmiah  dan ziarah ke Taman  Makam Pahlawan (TMP) Pamekasan.Kemudian upacara hari ulang tahun Ikatan Adhyaksa Darmakarini IAD ke-20 secara virtual dandilanjutkan dengan senam bersama betema “Semarak padamu Negeri”.

Sedangkan upacara peringatan HBA ke-60 secara virtual dilaksanakan pada 22 Juli 2020  yang dipimpin oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran HBA ke-60, dan pembagian dorprize serta pengundian grandprize bagi pegawai Kejari Pamekasan.

“Kami ucapkan rasa syukur, terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam rangka kelancaran acara ini,”tuturnya.

Sebelumnya pada 20 Juli 2020 yang juga masih rentetan peringatakn HBA ke-20, telah melauching Klinik Adhyaksa. Klinik tersebut didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi keluar besar Kejari Pamekasan dan masyarakat terdekat.

Klinik tersebut dibuka setiap hari Kamis mulai pukul 08.00 hingga 10.00. Pengguna layanan kesehatan itu tidak dipungut biaya.

“Tujuannya untuk kesehatan bagi pegawai kejari Pamekasan, dan lingkungan masyarakat, boleh datang langsung kesini, pemerikasaan kesehataannya gratis,”pungkasnya. (rul/waw/*)

Berani Inovatif, Tekan Lonjakan Dominasi Kasus

Tidak hanya menuntaskan kasus, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan, Teuku Rahmatsyah juga berani berinovasi untuk menekan lonjakan kasus yang terjadi selama wabahCovid-19. Seperti kasus narkoba yang dominanterjadi selama wabah.

Salah satu inovasi yang akan direalisasikan, yakni meinimalisir terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. Pihaknya berencana mengkaji dan menyerap aspirasi dari Forum Pimpinan Daerah (Forkompimda) Pamekasan dengan melibatkan universitas.

“Penyebabnya akan kami kaji, duduk dengan forkopimda agar bisa memberi masukan kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, bisa juga ketrjasama dengan kampus dan dukungan teman-teman media,” ujarnya.

Inovasi yang dimaksud, lanjut Teuku Rahmatsyah, salah satunya menerapkan hukuman berat bagi pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Untuk narkoba, karena di SOP kejaksaan berlaku di seluruh Indonesia, ada kadar-kadar tertentu yang harus dituntut dengan hukuman yang lama. Pernah kami coba, Cuma kok tidak jera juga,” tuturnya.

Namun diakui, lonjakan penanganan kasus narkoba tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi merata di daerah Madura yakni Sampang, Sumenep dan Bangkalan. Hal itu diketahui dari hasil koordinasi di masing-masing daerah.

“Rata-rata barang buktinya sedikit. Seharusnya dengan wabah tidak keluar kemana-mana, narkobanya semakin berkurang. Orang semakin taat ibadah, tidak hanya di Pamekasan, ternyata se-Madura,” jelasnya.

Penanganan kasus tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pria kelahiran Aceh ini. Sebab, rata-rata pengguna narkoba tersebut masih berusia produktif. Yakni berkisar, 23 tahun ke atas hingga 40 tahun ke bawah.

“Insyallah dalam waktu dekat ini kami akan duduk bersama dengan forkopimda untuk mencari formula khusus menekan penggunaan narkoba ini,” tukasnya. (ito/waw)

Antar-Jemput Korban KDRTdi Masa Wabah

Selama masa wabahCovid-19, tidak menyurutkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan mengusut tuntas semua kasus. Penegakan hukum dan keadilan masyarakat, jadi tujuan utama Kepala Kajaksaan Negeri (Kajari), Teuku Rahmatsyah dalam bertugas.

Meski harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19, penanganan perkara tetap berjalan optimal,utamanya saat menjalankan sidang secara daring.

Yang unik, dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ada penanganan khusus bagi korban. Yakni diantar jemput saat mengikuti persidangan. Hal itu dilakukan untuk menghindarkan tekanan psikologis.

“Supaya korban tidak takut secara psikologis, makanya kami jemput dengan mengikuti protokol kesahatan. Kalaupersidangan terdakwanya tetap secara online,” ujar Kajari Pamekasan, Teuku Rahmatsyah saat ditemui di ruang kerjanya.

Pria kelahiran Aceh ini menjelaskan, sidang pertama pada masa wabah Covid-19 adalah pada 30 Maret. Saat itu menyangkut kasus KDRT. Jaksa harus hadir ke pengadilan dengan terdakwa tetap di rumah tahanan (rutan). Sedangkan yang di pengadilan adalah majelis hakim dengan tetap menghadirkan saksi.

“Memang kasus-kasusitu(KDRT, red) sulit pembuktiannya. Tapi biasanya keterangan di saksi. Itu harus hadir. Segala informasi yang menjadi fakta hukum, jadi alat bukti yang harus kami buka, tapi tetap dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Secara umum, persidangan semasa wabahCovid-19 dilaksanakan secara daring, sehingga antara terdakwa, jaksa penuntut umum (JPU) dengan majelis hakim tidak saling bertemu. Terdakwa di rutan, JPU di kantor kejakasaan dan majelis hakim di kantor pengadilan.

“Sejauh ini maksimal, karena harusemenjawab tuntutan masyarakat yang ingin mencari keadilan, harus ada kepastian hukum di dalam melaksanakan tugas. Apakah bersalah atau tidak,” tegasnya.

Namun diakui, persidangan secara daring itu sedikit muncul ketidakpuasan, utamanya dari JPU dan majelis hakim, bahkan dari terdakwa. Penyebabnya karena tidak bertemu langsung.

“Kalau bertemu lebih mudah bertanya, ini kan via virtual, secara fisik tidak bertemu, tapi informasi tersampaikan. Ini yang membatasi, Tapi masyarakat butuh keadilan dan mencari kepastian hukum, harus kami layani,” pungkasnya. (ito/waw)

Testimoni HBA Kajari Pamekasan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam

“Pemkab ingin terus bekerjasama dengan seluruh forkopimda,agar  bersama mencapai pemerintahan bagus, bersih dan cepat di Indonesia. Saya sering katakan, tidak mungkin ada hasil luar biasa dari cara biasa, tapi mesti berangkat dari cara kerja yang luar biasa. Selamat dan sukses Hari Bakti Adyaksa (HAB) yang ke 60, terus berkarya dan bergerak untuk membangun pemerintahan dan Indonesia bersih.”

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e

“Pemkab Pamekasan berusaha mewujudkan pemerintahan bersih, melayani dengan cepat dan excellent. Untuk mencapai itu, butuhkomitmen pemimpin dari aparatur sipil untuk bekerjasama, baik pihak kepolisian dan kejaksaan. Selamat ulang tahun Hari Bakti Adyaksa (HAB) ke-60,semoga tetap menjadi kejaksaan yang melayani, bersih dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara.”

Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman

“Pelayanan prima, penegakan hukum yang adil dan bermartabat dimata masyarakat, merupakan keinginan kita bersama. Selalu bergerak dan berkarya menuju pelayanan bersih, dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Kami sebagai wakil rakyat mengucapkan selamat Hari Bakti Adyaksa (HBA) ke-60, semoga tetap amanah dan bermartabat dalam menegakkan hukum di Indonesia.”

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Harun Suyitno

“Selamat Hari Bakti Adyaksa (HBA) ke 60, semoga mampu lebih dekat dan meningkatkan kepercayaan dari masyarakat. Lebih-lebih mampu meningkatkan kinerjanya.Saya percaya kejaksaaan ini bisa menjadi panutan hukum bagi kita semua. Kami dan masyarakat setia mendukung supaya kejaksaan hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi penumbuh keadilan”

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Syafiuddin

“Kami bersama masyarakat selalu ingin yang terbaik, keadilan, penegakan hukum yang bersih dan cepat dalam penaganannya. Intinya kami percaya Korps Adyaksa mampu berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia. Selamat Hari Bakti Adyakasa (HBA) ke 60, terus bergerak dan berkarya.”

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Hermanto

“Penegakan hukum yang adil, bersih dan bermartabat, merupakan cita-cita kami bersama masyarakat. Hal ini akan tercipta melalui kinerja optimal dari Korps Adyaksa, di Hari Bakti Adyakasa (HBA) yang ke-60 mari terus bergerak dan berkarya menuju Indonesia maju dan bersih.”

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed