Hemat Anggaran Setiap OPD di Bangkalan Mengakibatkan Pelayanan Tersendat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BEKERJA: Salah satu staf di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan melayani masyarakat.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Kinerja salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bangkalan perlu pembenahan. Terutama di bidang pelayanan masyarakat. Akibat lemahnya koneksi internet, percobaan perdana tahun 2021 tidak maksimal. Sebab, menghambat pelayanan. Baik secara langsung ke masyarakat maupun tidak langsung.

Salah satu Kasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Ita Rachmawati mengatakan, kapasitas jaringan internet di kantornya sangat lambat. Sehingga banyak pelayanan informasi yang sulit diakses dan menghambat pekerjaan. “Sering sekali begini, makanya untuk akses internet ini sangat susah,” ujarnya, Senin (20/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya,  setelah pusat internet disatukan ke satu server di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengakibatkan koneksi internet lambat. Bahkan, kerap kali menyebabkan pekerjaan tidak bisa diselesaikan secepat mungkin seperti tahun sebelumnya. “Tahun sebelumnya, setiap kantor memiliki perangkat sendiri, jadi lebih nyaman,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein mengaku, sedang mengupayakan pengadaan untuk belanja internet. Sehingga, tidak lagi menggunakan pihak ketiga. Selain lembat, tarif internet setiap tahun cukup fantastis. “Kalau di pihak ketigakan mahal, jadi kami upaya untuk mandiri,” responnya.

Menurutnya,  anggaran belanja tahunan internet di setiap OPD mencapai Rp2,8 miliar lebih. Sedangkan di tahun 2021, anggaran belanja internet berkurang hingga 50 persen. Sehingga berada pada angka Rp1,4 miliar. “Untuk lebih hemat, penggunaan LAN sendiri tentu bisa menghemat biaya banyak,” jelasnya.

Kelemahan koneksi internet yang tengah terjadi di setiap OPD, dikarenakan terbatasnya peralatan dan fasilitas yang ada di dinas. Sehingga sambungan koneksi masih terhambat dan menjadikan koneksi melemah. “Kewajiban kami, menyediakan koneksi agar sampai di dinas, kalau nanti ingin tambah kecepatan, maka dianggarkan lagi,”  tegasnya.

Lelaki yang akrab disapa Agus memaparkan, pada tahun 2022 mendatang semua OPD  diharapkan menganggarkan untuk kebutuhan sambungan internet. Sehingga nanti, kecepatan yang saat ini hanya 10000Mbps bisa meningkat. “Karena itu kebutuhan OPD masing-masing, jadi dianggarkan di masing-masing OPD juga,” paparnya.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *