Hemat Paket Data, Ini Cerita Mahasiswi IAIN Madura Presentasi Statistik Sosial

  • Whatsapp
(KM/ SYAHID MUJTAHIDY) TETAP SEMANGAT: Fatimatus Zahroh sedang presentasi menggunakan voicenote untuk menerangkan materi dari mata kuliah statistika sosial.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Wabah Covid-19 di Indonesia memaksa pemerintah mengeluarkan imbauan pembatasan sosial. Salah satunya membuat instansi pendidikan harus melakukan pembelajaran berbasis online. Mahasiswi Institut Agama Islam Nageri (IAIN) Madura punya cerita.

SYAHID MUJTAHIDY, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Saat ini, sejumlah daerah di Indonesia seperti Surabaya, Jabodetabek, dan sebagainya tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kondisi tersebut memberikan cerita menarik tersendiri bagi Mahasiswi Porgram Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Madura, Fatimatus Zahroh.

Fatim mengaku, baru pertama kali melakukan presentasi via online. Lebih-lebih, presentasinya menggunakan grup WhatsApp (WA).

Tak ayal, Fatim harus menggunakan voicenote guna memaparkan bahan presentasinya. Ditambah lagi, saat itu, mata kuliah yang ditanganinya terbilang sulit, yakni statistika sosial.

“Ini pengalaman pertama saya presentasi menggunakan voicenote. Ya, awalnya bagaimana ya rasanya, berbeda. Soalnya saya biasa secara langsung di depan kelas. Apalagi, mata kuliah yang terbilang rumit statistika sosial,” cerita Fatim kepada Kabar Madura, Rabu (29/4/2020) sore.

Lebih lanjut, perempuan asal Blumbungan, Pamekasan ini menyampaikan, teman-temanya sulit memahami materi yang dipaparkan. Mereka masih banyak yang meminta untuk dijelaskan ulang melalui komunikasi pribadi. Hal itu memaksa Fatim harus memberikan pemaparan dua kali.

“Teman-teman banyak yang bilang kalau masih belum terlalu paham. Memang, saya akui sih, lebih baik harus djelaskan secara langsung, tapi mau bagaimana lagi? Kondisi tidak memungkinkan untuk menjelaskan di kelas,” sambungnya.

Di samping itu, Fatim memaparkan, pemilihan diskusi menggunakan grup WA tidak terlepas untuk meminimalisasi penggunaan paket data. Diketahui, saat ini, banyak mahasiswa yang menjerit soal dampak dari pembelajaran berbasis online.

“Alasan kenapa tidak menggunakan aplikasi zoom atau line yang bisa belajar secara live, dosen saya (Sri Wahyuningsih) tidak ingin memberatkan mahasiswa dalam melaksanakan kuliah online. Beliau meminimalisasi pengeluaran paket data. Jadi, memaksimalkan pembelajaran melalui aplikasi WA,” pungkasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *