Heru Tidak Direkom DPP, H. Fandi Pesimis Kalahkan Fattah Jasin

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Tahapan pemilihan wakil bupati (wabup) Pamekasan sampai saat ini belum dibuka. Sementara tata tertib (tatib) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan sudah selesai dibahas. Tatib DPRD hanya tinggal menunggu pengesahan oleh DPRD Pamekasan melalui rapat paripurna.

“Tatib itu membahas tentang seluruh kegiatan kedewanan, bukan hanya soal PAW wabup,”  ucap Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Tatib DPRD Pamekasan, Maskur Rasid.

Sementara itu, Sekretaris Partai Koalisi Gabung Heru Budi Prayitno tetap mendorong supaya kursi wabup Pamekasan bisa terisi. Dia menolak kemungkinan terjadinya kekosongan wabup dalam jangka panjang. Sebab menurutnya, nama-nama calon wakil bupati (cawabup) sudah disiapkan.

“Kami tidak ingin pilwabup ini gagal. Akhir bulan ini harus sudah terisi,” ucapnya.

Kepada Kabar Madura, juru bicara partai koalisi gabungan itu mengungkapkan, ada tujuh nama yang telah didalami dan dijajaki untuk diusung sebagai cawabup. Mereka adalah Fattah Jasin, Heru Budi Prayitno, Fandi Ahmad, H. Taufikurrahman, Yuni Raja’e (istri mendiang Raja’e), Sukriyanto (kerabat Raja’e) dan Mudari (kerabat Yuni Raja’e).

Fattah Jasin merupakan seorang birokrat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur asal Sumenep. Kemudian Heru menyebut dirinya sendiri sebagai kandidat terkuat kedua.

Selain itu, dia juga menyebut nama mantan ketua Bapilu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Sampang H. Afandi Ahmad. Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Pamekasan H. Taufikurrahman juga masuk dalam daftar tujuh nama cawabup yang didalami.

Selain itu, dari pihak keluarga mendiang Raja’e juga tidak lepas dari kajian. Istri mendiang Raja’e yaitu Yuni Raja’e salah satunya. Kemudian Mudari dan Sukriyanto juga termasuk yang telah didalami.

Menurut Heru mereka berdua adalah kerabat mendiang Raja’e. Mereka dimasukkan sebagai representasi dari masyarakat Pamekasan bagian utara sebagaimana Raja’e dulu.

Sebagai sekretaris partai koalisi gabungan, Heru menegaskan, dari tujuh nama yang telah didalami, pilihan partai koalisi mengerucut pada dua nama, yaitu dirinya dan Fattah Jasin. Meski begitu, dia membenarkan bahwa pilihan tersebut belum dibungkus secara resmi, karena tahapan pilwabup belum dibuka.

Heru mengatakan, masuknya nama H. Fandi Ahmad dalam bursa cawabup bukan usulan dari PAN Pamekasan. Dia memperkirakan, H. Fandi bisa saja diusulkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jatim atau oleh DPP PAN. Sebab, DPD PAN Pamekasan sudah tegas mengusulkan dirinya.

Sementara itu, Fattah Jasin mengaku pernah bertemu dengan H. Fandi. Mereka sempat berbicara santai perihal masuknya nama mereka pada bursa cawabup. Namun, Fattah Jasin menyebut, H. Fandi sempat pesimis dirinya akan terpilih sebagai wabup. Kepada Fattah Jasin H. Fandi menyebut bahwa dirinya tidak akan menang melawan Fattah Jasin.

“Dia bilang begitu, ya saya saya hanya bisa ketawa. Kita kan cuma bercanda,” ucap Fattah sembari tertawa lepas tanda percakapannya dengan H. Fandi hanya bergurau.

Kabar Madura telah mencoba menghubungi H. Fandi melalui saluran telepon. Namun, H. Fandi mengaku sedang mengemudi dan akan menghubungi kembali. Namun, hingga berita ini ditulis, H. Fandi belum memberikan komentar terkait namanya yang masuk pada bursa cawabup Pamekasan.

“Ini saya masih nyetir, lima menit lagi saya hubungi ya,” ucapnya singkat namun tidak menghubungi kembali setelahnya.

Tujuh Figur yang Didalami Partai Koalisi:

  1. Fattah Jasin (Birokrat Pemprov Jatim)
  2. Heru Budi Prayitno (Politisi PAN Pamekasan)
  3. Fandi Ahmad (Politisi PAN Sampang)
  4. Taufikurrahman (Politisi Gerindra Pamekasan)
  5. Yuni Raja’e (Istri mendiang Raja’e)
  6. Sukriyanto (Kerabat Raja’e)
  7. Mudari (Kerabat Yuni Raja’e)

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *