oleh

 HesyamuddinTetap Muazin sejak Jadi Tukang Becak hingga Penjual Emas

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pekerjaan ikhlas yang dilakoni oleh Hesyamuddin sebagai tukang becak salama 2 tahun menjadi berkah. Sebab, keistikamahannya dalam menjalankan solat di Masjid Jamik membuatnya dipercaya menjadi muazin atau tukang azan, serta menjadi bilal pada waktu menjelang salat Jumat.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Pria kelahiran Moncek Barat Kecamatan Lenteng Sumenep 1979 ini berhenti menjadi tukang becak setelah diangkat menjadi muazin serta bilal di Masjid Jamik Sumenep. Kendati upah yang ia terima tidak besar namun ia menekuni dengan  ikhlas.

Dalam setiap harinya, pada Jam 11.00 WIB sudah tiba di masjid jamik untuk melantunkan azan. Lantunan azan mulai terdengar di kota Sumenep untuk mengajak masyarakat salat berjamaah. Sehingga, masyarakat berbondong -bondong untuk melaksanakan salat berjamaah.

Pekerjaan mulia tersebut tidak memandang gaji, keikhlasannya benar-benar terpancar pada diri Hesyamuddin. Meski upahnya hanya Rp90 ribu dalam setiap minggunya. Padahal, Jarak antara Moncek Barat hingga masjid Jamik sangatlah jauh.

“Jika naik motor dengan kecepatan 60 berkisaran 40 menit. Tapi, karena diangkat menjadi muazin dilakukan dengan sabar dengan ikhlas tanpa mengenal gaji,” katanya, Kamis (03/08/2020)

Dia menjadi muazin dan bilal mulai sejak tahun 2015 hingga saat ini istikamah. Sebab, menurutnya. Kehidupan hanya sementara dan duniawi bukanlah segalanya. “Apa yang akan diandalkan kita ketika di akhirat nantinya,” ujarnya

Menurutnya, menjadi muazin tersebut sudah terbiasa mulai sejak kecil di sebuah langgar Moncek Barat. Maka, ketika dipercaya menjadi muazin di Masjid Agung Sumenep tidaklah kaget. “Kalau ikhlas dalam pekerjaaan apapun pasti ada hikmah yang baik di balik itu,” ujar dia.

Atas tekanan ekonominya karena anaknya mondok di Annuqayah Guluk-guluk dia tidak berhenti menjadi muazin. Bahkan, berkat muazin juga diajak temannya untuk sambil lalu menjadi penjaga toko emas di Sumenep.

Menjadi penjaga emas tanpa meninggalkan tugas sebagai muazin. Sehingga, berkat keikhlasannya seiring berjalannya waktu Hesyamuddin saat ini menjadi pedagang emas dengan modal sendiri. yang penghasilannya dalam setiap hari Rp100 ribu, terkadang juga Rp150 ribu.

“Alhamdilillah saat ini dipermudah oleh Allah untuk menafkahi anak,” paparnya.(mam)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed