oleh

Hindari Kepunahan, Pelestarian Sapi Madura Jadi Keharusan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Sapi Madura di ambang kepunahan. Pasalnya, masyarakat lebih memilih mengawin-silangkan sapi Madura dengan sapi limosin demi keuntungan yang lebih maksimal.

Untuk itu, pelestarian Sapi Madura mendesak dilakukan. Sebab, sapi Madura bukan soal ekonomi semata, namun juga berkaitan dengan kebudayaan Madura itu sendiri.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Apik menyampaikan, pihaknya menyayangkan jika hal itu terjadi kepada masyarakat Madura. Alasannya, kebudayaan  dan kearifan lokal lambat laun juga bisa punah.

Oleh karenanya, pelestarian sapi Madura benar-benar menjadi tantangan pemerintah untuk dilakukan sebagai bagian dari turut serta menjaga budaya bangsa.

“Kami akan mengambil bagian untuk terus mendorong kebijakan pemerintah dalam menjaga eksistensi sapi Madura,” katanya, Selasa (9/4).

Dijelaskan, pemerintah harus mempunyai kebijakan yang bisa mempertahankan populasi sapi Madura. Dengan demikian, perkembangannya tetap terjaga. Sebab, jika tidak ada aturan yang membatasi, akan mengancam pertumbuhan sapi Madura.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan Bambang Proyogi mengakui, populasi sapi Madura saat ini mulai terancam. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, meningkatnya konsumsi daging sapi. Persediaan sapinya terbatas, sementara pemotongan merajalela. Kalau yang jantan tidak ada, otomatis akan mengambil sapi betina. Sehingga, itu akan memutus siklus peternakan sapi Madura.

”Pertumbuhan hasil kawin silang dengan sapi limosin akan lebih cepat. Banyak kelebihan yang bisa dihasilkan. Misalnya, ketika dijual akan lebih mahal karena tumbuhnya cepat. Selain itu waktu potong lebih pendek,” ucap Bambang.

Dijelasakan, total populasi sapi di Madura sekitar 800 ribu ekor. Sekitar 190 ribu ekor di antaranya terdapat di Kabupaten Pamekasan. Populasi sapi asli Pulau Garam tersebut harus terus dilestarikan dan dikembangbiakkan.

Komitmen kami ke depan adalah memaksimalkan program inseminasi buatan satu tahun satu kelahiran (Intan Satu Saka). Dengan begitu sapi Madura akan terus berkembang biak dan banyak diminati masyarakat pada umumnya.

“Masyarakat akan lebih sadar lagi akan pentingnya sapi madura  untuk dilestarikan,” pungkasnya. (km45/pai)

Komentar

News Feed