Hingga Juli, Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 Pamekasan Baru Diserap 6,5 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ZUBAIDI) RENDAH: Hingga Juli 2021, anggaran penanganan wabah Covid-19 Pamekasan baru diserap Rp3,8 miliar dari Rp61 miliar

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Tahun 2021 ini, penanganan wabah Covid-19 di Pamekasan didanai Rp61 miliar. Namun hingga pertengahan Juli 2021, anggaran hasil refocusing APBD itu hanya terserap Rp3,8 miliar. Nilai itu setara 6,5 persen dari total anggaran yang disediakan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pamekasan Sahrul Munir mengatakan, belum banyak terserapnya anggaran Covid-19  karena saat ini masih dalam masa penghitungan. Penghitungan yang dimaksud adalah mengukur kecukupan jumlahnya jika digunakan sepanjang tahun 2021 ini.

Bacaan Lainnya

“Namun bukan tidak berjalan, karena penanganan sudah Pemkab Pamekasan lakukan,” kata Sahrul.

Anggaran Rp61 miliar itu dipecah dalam tiga sektor, antara lain untuk bidang kesehatan senilai Rp27 miliar, bidang ekonomi senilai Rp7 miliar dan bidang jaring pengaman sosial Rp25 miliar.

Di bidang kesehatan sudah terserap 14 persen, kemudian di bidang jaring pengaman sosial sudah terserap 0,06 persen. Hanya di bidang penanganan ekonomi yang belum terserap sama sekali.

Salah satu anggaran Covid-19 yang juga belum terealisasi adalah untuk program bantuan langsung tunai (BLT).

Selain dari refocusing APBD, BLT juga dianggarkan secara khusus dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk Pamekasan. DBHCHT juga bagian dari APBD Pamekasan tahun 2021 ini.

Sedangkan anggaran DBHCHT, berdasarkan data Bagian Administrasi dan Perekonomian Setkab Pamekasan, nilainya sekira Rp64 miliar. Dana itu juga terbagi dalam tia sektor, yakn kesejahteraan masyarakat sebesar 50 persen, penegakan hukum sebesar 25 persen dan bidang kesehatan 25 persen.

Namun untuk anggaran BLT yang bersumber dari DBHCHT, kata Sahrul, belum masuk dalam penginputan, sehingga dia tidak bisa menjelaskan secara rinci mengenai nilainya.

“Karena ini masih verifikasi dan perlu kehati-hatian juga,” sambungnya, Minggu (8/8/2021).

Dana penanganan Covid-19 itu hasil perhitungan sejak awal masa refocusing atau perubahan APBD.

“Bisa kita lihat terus ke belakang, karena ini masih berlangsung dan seiring itu penanganan juga sedang berlangsung,” tutup Sahrul. (bai/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *