oleh

Hingga Juni 2020, 30 Orang Meninggal Karena Laka Lantas

Kabarmadura.id/Sumenep-Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumenep masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Sumenep Ipda Suwandi menjelaskan, jumlah kecelakaan terhitung sejak Januari sampai Juni 2020 didominasi oleh kendaraan roda dua. Tercatat, ada 77 laka lantas roda dua dengan korban terdiri dari 30 orang meninggal, 113 luka-luka ringan, dan 3 orang luka berat dengan total kerugian kurang lebih 200 jutaan.

Sementara lokasi atau daerah yang dikategorikan sebagai rawan terjadi kecelakaan tidak bertumpuk di area perkotaan saja, terapi sering terjadi di daerah yang memang jauh dari pantauan.

“Yang paling sering terjadi memang di jalan nasional dan jalan kabupaten. Ya karena di sana banyak masyarakat yang tidak memakai helm dan yang lainnya, sehingga ketika terjadi kecelakaan akibatnya sangat parah semua. Ada sekitar 77 kendaraan roda dua semua,” katanya, Senin (6/7/2020).

Suwandi menambahkan, sebab terjadinya laka lantas adalah kelalaian pengemudi. Selain itu, pengendara tidak taat pada tata tertib lalu lintas. Misalnya, menerobos traffic light, putar arah sembarangan, menyalip kendaraan tanpa melihat lawan arah, melawan arus, dan masih banyak lagi.

Sehingga pihaknya hanya bisa berharap sebagai upaya meminimalisir terjadinya kecelakaan yang memang didominasi oleh kendaraan roda dua, maka diperlukan kesadaran tersendiri bagi para pengendara. Artinya meskipun di daerah tertentu itu merasa aman karena tidak ada pertugas lalu lintas, maka kewaspadaan harus tetap dilakukan.

”Seperi pengendara motor itu pegang hp sambil telponan. Maka yang konsentrasi buyar dan kecelakaan rata-rata disebabkan dengan kelalaian itu, kalau di daerah perkotaan jarang terjadi kecelakaan karena petugas aktif,” imbuhnya.

Untuk itu, kami meminta agar masyarakat memiliki kesadaran sendiri dan tidak lalai saat mengendarai sepeda motor di jalan raya.

“Maka kami meminta masyarakat mempunyai kesadaran sendiri, jangan menunggu ditilang untuk mematuhi peraturan berlalu lintas,” pungkasnya. (ara/pai)

 

 

Komentar

News Feed