HMPB Pastikan Kasus Pencabulan Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SERIUS: Anggota Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan (HMPB) saat berdiskusi dengan Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan, kemarin.

KABARADURA.ID, BANGKALAN – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan (HMPB) datangi Kantor Pengadilan Negeri Bangkalan, Kamis, (28/1/2021). Kedatangan mereka untuk mengawal kasus perkara pencabulan yang diduga dilakukan oleh terdakwa MS kepada saudari NS di salah satu sekolah di Kecamatan Klampis. Hal tersebut dinilai urgent lantaran terjadi di lingkungan pendidikan.

Koordinator audiensi HMPB Komarullah menyampaikan, pihaknya datang melakukan audiensi di PN Bangkalan lantaran merasa kasus pencabulan di lingkungan pendidikan dan sekolah menjadi salah satu kasus pelecehan termasif. Padahal seharusnya lingkungan pendidikan harus steril dan jauh dari kejadian menyedihkan seperti itu.

Bacaan Lainnya

”Kali ini pelakunya kepala sekolah, bagaimana kami bisa tinggal diam dan hanya melihat saja,” paparnya.

Menurut Komar, kasus menyedihkan dan pelecehan seksual di Bangkalan banyak terjadi pada anak-anak atau siswa, bahkan di kasus terbaru tersebut dilakukan oleh oknum kepala sekolah kepada salah satu stafnya. ”Kami ingin pelaku jera dan mendapatkan hukuman maksimal, sehingga kami rasa aspirasi ini harus disampaikan kepada pimpinan PN Bangkalan,” terangnya.

HMPB Bangkalan menyampaikan, kasus semacam itu harus diberlakukan secara adil, sehingga nanti tidak akan lagi muncul kasus serupa dikemudian hari. Makanya pendampingan terus harus dilakukan. ”Kami tidak ingin ini menjadi contoh, sebab jika tidak, kedepan kasus seperti ini akan terlihat lumrah,” utaranya.

Kepala Pengadilan Negeri Bangkalan Maskur Hidayat mengaku, akan menampung semua usulan dan saran, serta akan menjadi referensi bagi teman-teman hakim dalam menyikapi kasus serupa. ”Mereka datang membawa aspirasi, dan saya merasa senang karena mereka melakukan ini atas dasar kepedulian dan kemanusiaan,” tuturnya.

Kata Maskur, kasus yang mereka bawa adalah kasus pencabulan atau upaya pelecehan seksual.yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap bawahannya. Sidang tetap berlangsung secara terbuka, meskipun dalam pembuktiannya kasus asusila memang agak tertutup. ”Minggu lalu sidang perdana, dan terdakwa mengajukan keberatan, kami menunggu pengajuan keberatannya melalui kuasa hukumnya,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *