oleh

Honor Anggota KPPS Rp500 Ribu

Kabarmadura.id/SUMENEP- Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Sumenep pada pemilu 2019 ini sebanyak 30.205 orang dari 4.315 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep  Abd. Warits menjelaskan jumlah KPPS sebannyak tujuh orang per TPS. Setiap orang diperkirakan mendapat anggaran Rp500 ribu.

“Kami masih belum bisa memastikan bahwa ada kenaikan gaji KPPS, sebab yang tertera hanya Rp500 ribu dan sekarang masih mau direvisi entahlah apakah nanti ada kenaikan gaji itu,” ujanya, Selasa, (12/3).

Dari tujuh orang yang bertugas di TPS, gaji yang diberikan berbeda. menurutnya, jabatan sebagai ketua KPPS hanya selisih Rp50.000 dibandingkan anggota KPPS.

“Paling bedanya hanya Rp.550.000 kalau ketua KPPS, sementara lainnya Rp500.000 perorang,” ujarnya.

Gaji yang diberikan kepada KPPS itu diambil dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan tolal angaran sebesar Rp1,8 miliar.

Ditanya soal progres data KPPS yang telah mendaftar ke penyelenggara pemilu di tingkat desa atau kecamatan, pihaknya masih belum mengantongi data jumlah keluruhan yang mendaftar.

“Kami masih belum mengantongi data yang terkumpul, karena ini masih sekarang akhir pendaftaran KPPS, dan besok (hari ini, red.) tentu sudah ada daftar jumlah yang telah tercatatat sebagai KPPS,” paparnya.

Pihaknnya mengakui bahwa dalam pendaftaran ini mimang cukup banyak, kerena sudah ada penambahan TPS, berbeda dengan Pilgup tahun lalu yang jauh lebih sedikit jumlahnya.

“Kalau di Pilgup itu ada 2.400 TPS, sementara untuk pileg-pilpres jumlahnya 4.315 TPS, jadi tambahan TPS tahun 2019 ada 1.915 TPS yang tersebar di 334 desa/kelurahan atau 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Dalam rektrutmen KPPS tahun ini, pihanya sudah mewanti-wanti bawahannya agar lebih selektif dalam melakukan penjaringan KPPS, sebab dalam aturannya harus berumur minimal 17 tahun, bersih dari narkoba.

“Termasuk juga tidak ada ikatan keluarga dengan penyelenggara pemilu lainya, bukan pengurus partai, bukan tim kampanye dan ijazah mimimal SMA sederajat,” papanya.(mun/rei)

Komentar

News Feed