oleh

Honor Guru Sukwan di Sumenep Dicairkan Oktober, hanya Rp900 Ribu per Tahun

Kabarmadura.id/SUMENEP-Guru honorer dan status sukarelawan (sukwan) di Sumenep harus menungu tunjangan sebesar Rp900 ribu hingga akhir tahun, atau diperkirakan pada Oktober 2020 mendatang.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep barus bisa menganggarkannya dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun anggaran 2020.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menjelaskan, ada dua jenis bantuan sosial (bansos) untuk guru non PNS dan non sertifikasi, yaitu transporasi dan honorarium untuk tenaga pendidik.

Nilai bansos itu berkurang dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2019 mampu mencakup 7.600 penerima, tahun ini hanya untuk 6.213 orang dengan total anggaran Rp7.583.400.000.

Kasubbag Tugas Pembantuan Disdik Sumenep Tri Fathanah mengakui, meskipun jumlah atau anggaran itu lebih sedikit dari sebelumnya, namun tunjangan untuk guru sukwan yang bertugas di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta tersebut harus ditunggu hingga dibahas di perubahan APBD Sumenep 2020.

“Masih tidak terealisasi, bersabar dulu, masih menunggu PAK, pasti cair kok, apalagi proposal saat ini sudah masuk semua,” katanya, Selasa (1/9/2020).

Dari total anggaran sebesar Rp7.583.400.000 tersebut, realisasinya dibagi menjadi dua bagian, yakni untuk biaya transportasi 4.000 sukwan dan honorarium 2.213 guru berstatus non-sertifikasi.

Untuk 4.000 sukwan, masing-masing akan diberikan dana sebesar Rp900.000 dan honorarium 2.213 guru berstatus non-sertifikasi masing-masing sebesar Rp1.800.000.

Bantuan tersebut, diberikan sekali dalam setahun, biasanya terealisasi jelang akhir tahun, dan penerima bantuan itu tidak boleh menerima ganda. Jika sudah mendapatkan uang transportasi, tidak akan memperoleh honor.

“Seperti kekhawatiran sejak awal, tahun ini sepertinya akan ada pemangkasan. Karena memang anggaraannya dipangkas, begitupun yang kami ajukan, juga tidak sampai atau di bawahnya dari jumlah tahun kemarin,” imbuhnya.

Meskipun jumlah bantuan tersebut dalam kategori kecil, namun diklaim sudah sebagai bentuk perhatian Pemkab Sumenep terhadap guru yang statusnya masih honorer.

“Paling bulan Oktober sudah bisa dinikmati, atau masuk ke rekening guru-guru masing-masing,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed