Honor Pembersih Saluran di DLH Sumenep hanya Rp70 Ribu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERPANAS-PANASAN: Gaji pembersih selokan dinilai kurang wajar karena mereka diupah tujuh puluh ribu per hari.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Gaji pembersih saluran di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep dinilai sangat memprihatinkan. Hal itu dikarenakan setiap harinya setiap pekerja dianggarkan Rp70 ribu. Sementara tugas mereka sangat berat, yakni harus membersihkan sampah-sampah serta selokan yang ada pada daerah saluran air.

Kabid Tata Lingkungan DLH Sumenep Farida mengatakan, gaji para pembersih di daerah saluran sangat memprihatinkan. Diakuinya anggaran keseluruhan senilai Rp21 juta.

Bacaan Lainnya

“Pekerja sebanyak 6 orang yang dibayar harian dalam setiap hari sebanyak Rp70 ribu,” katanya, Selasa (31/08/2021).

Menurutnya, sebagai pembersih saluran pembuangan harus menyelam di saluran yang sangat kotor dan bau. Lalu akan membersihkan penyumbatan dengan tongkat atau dengan tangan sendiri.

“Pekerjaan ini termasuk pekerjaan yang berbahaya juga, tahun depan akan diusulkan anggaran khusus pekerja tersebut,” ucap dia.

Adam yang merupakan petugas bersih-bersih di DLH mengakui. Gaji atau honor sangat sedikit. Bahkan, jika dibandingkan kerjanya sangat tidak layak. Namun, semuanya dijalani dengan penuh kesabaran.

“Gaji belum cukup untuk menghidupi keluarga,” ucap dia.

Sementara itu, Sekretaris komisi III DPRD Sumenep M.Ramzi mengharapkan, untuk gaji petugas pembersih selokan wajib ditingkatkan. DLH harus berupaya menfasilitasinya dengan mengusulkan tambahan pada tahun berikutnya.

“Tahun depan diusulkan mengenai kenaikan gaji pembersih selokan itu,” tukas dia. (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *