oleh

Honor Tak Diberikan, Sekolah Sungai di Sampang Memilih Vakum

Kabarmadura.id/Sampang-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang membentuk relawan sekolah sungai pada tahun 2016.  Tujuannya untuk membantu mengatasi bencana banjir yang sering terjadi setiap di Kota Bahri.

Namun, sayangnya sekolah sungai yang dibentuk dan sudah memiliki Surat Keputusan (SK) tersebut memilih vakum semenjak tahun 2019 hingga 2020. Pasalnya memilih vakum tersebut disebabkan terkesan tidak dianggap oleh BPBD selaku instansi yang membentuk.

Ketua Relawan Sekolah Sungai Sampang, Jihadudin Ansori mengatakan sekolah sungai saat ini sudah vakum semenjak tahun 2019 hingga sekarang, dan itu terjadi karena setiap kali ada kegiatan termasuk saat ada pertemuan tidak pernah diikutsertakan, padahal dirinya merasa tidak nyaman ketika sekolah sungai tersebut dibentuk namun tidak dipergunakan.

Sehingga, karena dinilai sudah tidak dibutuhkan lagi oleh BPBD tanpa ada koordinasi, sekolah sungai tersebut memilih untuk vakum. Diakuinya meski sudah dua tahun lebih vakum namun tidak ada respon apapun dari pihak BPBD.

Namun, ketika dirinya mencoba koordinasi dengan BPBD selaku dinas terkait yang membentuk sekolah sungai itu hingga saat ini tidak ada respon baik. Sebab, kepala BPBD setiap kali mau ditemui selalui mengaku sibuk dengan sendirinya.

“Saya sebagai ketua sempat komunikasi dengan pihak BPBD. Jika sekolah sungai tidak dibutuhkan kenapa harus dibentuk,” ungkapnya, Senin (21/9/2020).

Padahal, pada tahun 2018 untuk anggota relawan sekolah sungai dijanjikan untuk dapat honor, tetapi hingga sekarang tahun 2020 honor yang direncanakan tersebut belum ada kejelasan. Jadi, ia merasa kecewa lantaran rencana tersebut hanya sebatas janji, dan herannya lagi tidak dilibatkan saat ada kegiatan.

Adapun yang gabung di sekolah sungai ini kurang lebih ada 25 anggota, tetapi untuk saat ini semuanya sepakat untuk memilih vakum. Kecuali dari pihak BPBD ada transparan dan ada iktikad baik untuk mengembalikan sekolah sungai ini aktif.

“Untuk anggotanya kurang lebih 25-30, cuma saat ini semuanya vakum, padahal tahun 2018 BPBD menganggarkan untuk honor sekolah sungai,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sampang Anang Joenaidi Santoso mengatakan, pihaknya memaklumi jika anggota sekolah sungai itu kecewa. Bahkan ia meminta maaf karena memang selama ini relawan sekolah sungai yang dibentuk untuk membantu membersihkan sungai saat ada banjir tidak pernah dilibatkan.

“Mohon maaf kami belum bisa berbuat banyak, jadi kami belum bisa melibatkan relawan sekolah sungai,” ucapnya.

Ditambahkannya, relawan sekolah sungai yang dibentuknya pada tahuan 2017 tersebut beranggota 30 orang. Mayoritas anggotanya merupakan warga Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang. Puluhan orang tersebut bekerja sukarelawan, jadi tidak ada bayaran dari pihaknya.

Namun, dirinya sudah memperjuangkan agar relawan sekolah sungai tersebut mendapatkan honor. Akan tetapi hingga saat ini masih belum terwujud, karena kondisi keuangan juga terbatas.

“Saya yang sedikit lalai untuk melibatkan mereka, Kita nanti libatkan sekolah sungai ini ke hal-hal yang lain. Jadi, bisa jadi nanti kami akan koordinasikan dengan polisi sungai. Selain itu, mereka itu relawannya BPBD. Jadi belum ada honor,” tuturnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed