HSN 2020, Bupati Sumenep: Santri Harus Konsisten Rawat Bangsa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBAIDI IKHSAN) TEGAS: Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim terus mengajak santri sebagai pejuang garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Bupati Sumenep Abuya Busro Karim mengimbau kepada para santri agar senantiasa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pandangannya, bangsa kuat membutuhkan santri yang hebat, beraklakul karimah serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan yang mapan. Menjaga Pancasila, NKRI dan Undang-Undang Dasar(UUD).

Bacaan Lainnya

“Hari Santri Nasional (HSN) ke-6, kaum santri semakin signifikan dengan membawa warna positif terhadap bangsa dan negara,” katanya, Rabu (21/10/2020).

Buya melanjutkan, komitmen tinggi menempatkan santri pada posisinya, agar santri mampu menjaga dan merawat konsistensi bangsa .Salah satu buktinya adalah dengan ditetapkannya Hari Santri Nasional.

“Hari santri bukan sebagai pengakuan eksistensi kaum santri. Tapi memberikan tanggung jawab besar kepada santri,” ujar dia.

Busyro menambahkan, kehidupan ke depan akan semakin kompetitif, semakin keras dan tajam. Untuk menjaga keindonesiaan, santri harus memiliki posisi yang strategis.

Bukan hanya santri, orang nomor satu di Sumenep itu juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjunjung tinggi perbedaan. Jangan sampai pilihan baik dalam pemilihan pilbup dapat berpecah belah.

“Kita harus tunjukkan bahwa santri merupakan pondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” tukasnya

Bupati meminta agar semua kegiatan HSN disesuaikan dengan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah. Santri juga harus belajar ilmu kesehatan. Terlebih dimasa wabah Covid-19.

“Santri berakhlak dapat mengalahkan segalanya, termasuk ilmu kesehatan juga diharapkan dipelajari. Santri sehat Indonesia kuat,” tegas Buya Busyro.

Buya menyadari, bahwa peringatan hari santri saat iniberbeda dengan tahun sebelumnya. Saat ini,seluruh pelaksanaan kegiatan peringatannya harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan.

Namun dia menekankan agar santri mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan, dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan dalam rangka pengendalian dan pencegahan Covid 19.

“Semoga para santri menjadi garda terdepan dalam mematuhi kesehatan serta menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.(imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *