oleh

Hukuman Push-up Menanti Masyarakat Madura

Kabarmadura.id/BANGKALAN – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bangkalan Kompol Deky Hermansyah menyatakan, masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Bangkalan, bakal dihadapkan pada hukuman puhs-up. Itu manakala mereka mengabaikan protokol kesehatan.

Penegasan tersebut, berpijak pada Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan di Kabupaten Bangkalan, Rabu (19/08/20).

Deky menyatakan, sanksi tersebut juga berlaku pada anggotanya yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan bagi anggota kepolisian merupakan kewajiban. Apalagi dari awal Polri jadi yang terdepan dalam menyosialisasikan penerapan protokol,” ujarnya.

Dijelaskan, sanksi push-up kepada anggotanya itu menjadi contoh bahwa siapapun yang melanggar protokol kesehatan tetap diberikan sanksi.

Pihaknya tak akan tebang pilih dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19. Ia pun meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan.

“Pokoknya kita tindak, terutama anggota polisi sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan. Dalam aturan ini, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas, salah satunya menggunakan masker.

“Jadi bersinergi atau berseiring dengan peraturan yang di atasnya yang kita akan lakukan. Ini tentunya perlu peran serta teman-teman pers untuk menyampaikan ke masyarakat pentingnya disiplin, karena vaksin paling utama adalah disiplin,” katanya.

Perbup itu sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. (03km/nam)

Komentar

News Feed